
Ilustrasi.
JawaPos.com - Kebakaran masih menjadi momok bagi masyarakat Surabaya. Sepanjang 2017, tercatat ada 321 kebakaran di Kota Pahlawan. Kebakaran tidak hanya menghanguskan 82 rumah dan 14 pabrik. Kobaran si jago merah juga menyasar 225 lahan alang-alang. Total kerugiannya mencapai Rp 18, 209 miliar. (Selengkapnya lihat grafis)
Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Bambang Vistadi menerangkan, kebakaran yang menimpa rumah umumnya terjadi di perkampungan padat penduduk. "Kalau yang terbakar rumah, pemicunya rata-rata hubungan arus pendek listrik," jelas Bambang kepada JawaPos.com, Kamis (28/11).
Saat melakukan pemadaman api, petugas PMK kerap mendapati kabel yang terkelupas hingga gosong. Kabel-kabel yang usinya sudah renta itu memicu timbulnya percikan api. Selain itu beban listrik juga besar. Satu terminal, biasanya terhubung dengan banyak rangkaian kabel.
Cuaca panas serta embusan angin yang kencang kerap menjadi tantangan bagi petugas PMK saat memadamkan kebakaran. Tak jarang, api cepat merambat besar. "Radiasi api yang biasanya menyebabkan kebakaran merambat," tambah Bambang.
Sebagai gambaran, api membakar satu meter luas bangunan dalam satu menit. Saat memasuki menit kedua, belum tentu luas yang terbakar menjadi 2 meter. "Bisa lebih 4-5 meter. Itu pengaruh radiasi api," papar Bambang.
Beruntung, warga Kota Pahlawan punya tingkat kepekaan yang tinggi dengan tetangga. Mereka kerap bergotong royong untuk melakukan pemadaman awal ala kadarnya. Baik dengan selang, maupun ember-ember plastik.
Di sisi lain, respons petugas PMK untuk mendatangi lokasi kebakaran setelah mendapat laporan begitu cepat. Rata-rata 2-3 menit. Tidak lebih dari lima menit. Sebab, Dinas PMK Surabaya punya pos-pos di hampir setiap kecamatan. "Kami sering, saat datang api pokok sudah padam. Jadi kami tinggal melakukan pembasahan," ungkap Bambang.
Selain rumah, kebakaran juga kerap melanda lahan alang-alang di Surabaya. Bahkan jumlahnya lebih besar. Penyebabnya adalah api terbuka. Mulai karena teriknya cuaca hingga kelalaian manusia seperti membuang puntung rokok.
Kebakaran alang-alang di Metropolis mencapai 50 persen dari total kejadian. "Mayoritas kebakaran alang-alang karena cuaca yang sangat panas. Sering terjadi saat puncak musim kemarau," ulas Bambang.
Berdasarkan catatan PMK, kebakaran alang-alang banyak terjadi mulai Juli. Saat itu, Surabaya mulai memasuki musim kemarau. Kemudian meningkat drastis pada dua bulan berikutnya, yakni Agustus dan September. Saat itulah puncak musim kemarau di Surabaya. Kebakaran alang-alang mulai berkurang saat masuk November. Pada bulan ini, hujan mulai mengguyur ibu kota Jawa Timur.
Untuk meningkatkan pelayanan, Dinas PMK Kota Surabaya berencana menambah satu pos baru tahun depan. Pos tersebut akan dibangun di Mulyorejo. Biasanya kalau ada kebakaran di wilayah tersebut, pos terdekat yang berangkat. Yakni dari pos Menur dan Tambak Rejo. "Kalau di Mulyorejo biasanya butuh sembilan menit responsnya. Mudah-mudahan bisa lebih cepat dengan adanya pos baru tersebut," tutur Bambang.
Menghadapi liburan panjang, Bambang mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai ancaman kebakaran. Terutama bagi mereka yang pergi ke luar kota. Dia berpesan agar masyarakat memperhatikan instalasi listrik dan kompor. "Lepas kabel-kabel, periksa kompor. Kalau perlu pesan ke tetangga untuk mengecek rumah setiap saat," imbau Bambang.
Berikut data kebakaran di Surabaya hingga hingga 27 Desember 2017:
Bangunan perumahan
Januari: 12 rumah
Februari: 3 rumah
Maret: 8 rumah
April: 7 rumah
Mei: 4 rumah
Juni: 6 rumah
Juli: 7 rumah
Agustus: 7 rumah
September: 9 rumah
Oktober: 9 rumah
November: 5 rumah
Desember: 5 rumah
Total: 82 rumah
Bangunan industri
Januari: 1 pabrik
Februari: 5 pabrik
Maret: 2 pabrik
April: Nihil
Mei: 3 pabrik
Juni: Nihil
Juli: 1 pabrik
Agustus: Nihil
September: Nihil
Oktober: 1 pabrik
November: 1 pabrik
Desember: Nihil
Total: 14 pabrik

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
