
ULAH SI BIADAB: Dodi Triono bersama tiga anaknya. Salah satunya Dianita Gemma Dzalfayla (dua dari kiri). Keduanya menjadi korban kekejaman orang yang menyatroni rumah mereka.
JawaPos.com - Duka kematian Dodi Triono, 59 tak hanya dirasakan oleh keluarganya. Teman-teman Dodi juga merasakan kehilangan sosok yang dikenal baik itu.
Salah satunya adalah Adang. Pria 70 tahun itu adalah teman badminton Dodi. Saat ditemui Jawa Pos, Adang mengaku Dodi selalu berolahraga badminton setiap pekan.
“Terakhir badminton sama Pak Dodi Sabtu (24/12),” kata Adang.
Saat ditanya, apakah Dodi memiliki musuh atau orang-orang yang tak menyukainya, Adang pun memberikan pengakuan. Menuru dia, selama 20 tahun berteman dengan Dodi, dia tak pernah mengetahui sang arsitek itu memiliki musuh. Menurutnya, Dodi adalah pribadi yang baik.
“Kalau rekan bisnis dia pasti banyak. Pak Dodi kan konsultan,” kata Adang.
Seperti diberitakan, motif pembunuhan disertai penyekapan terhadap keluarga Dodi Triono memang masih gelap. Namun, beberapa spekulasi mulai mencuat. Di antaranya, motif persaingan bisnis yang bercampur dendam serta persaingan antar istri Dodi diketahui memiliki tiga istri.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menyatakan, setelah kejadian, rumah korban tetap dalam keadaan rapi. Pelaku juga tidak mengambil barang berharga. ''Tapi, ini belum dipastikan ya,'' katanya dalam jumpa pers tadi malam. ''Kami cenderung motifnya sesuatu yang tersembunyi. Entah itu ada dokumen berharga yang jadi rebutan atau dendam. Bukan perampokan murni,'' ucapnya.
Sebab, jika perampokan murni, pasti TKP akan acak-acakan. ''Pintu lemari yang dibuka paksa atau rumah acak-acakan. Seperti itulah. Namun, TKP sangat rapi,'' imbuhnya.
Spekulasi ke arah persaingan bisnis makin kuat setelah salah seorang kerabat korban bernama Dewi menyatakan bahwa motifnya adalah soal tender proyek. Dodi Triono, 59, baru saja menang tender besar. Yakni, rehabilitasi fasilitas olahraga untuk event Asian Games, termasuk Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. (gum/nw)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
