
Paul Pogba
JawaPos.com - Mengenakan nomor 10 musim ini bagi Paul Pogba bagaikan memanggul beras di punggungnya.
Bukan hoki yang dia dapat, melainkan menurunnya performa. Handicap angka 10 itu juga berlaku untuk peran yang diberikan Massimiliano Allegri bagi pemain berusia 22 tahun itu.
Seperti diketahui, nomor punggung 10 di Juventus selama ini lebih sering dipakai pemain di lini serangan. Sebut saja Zinedine Zidane di posisi attacking midfielder. Lalu, pemakai nomor punggung 10 lainnya adalah Roberto Baggio, Alessandro Del Piero, dan terakhir di musim lalu dipakai Tevez.
Seakan mengikuti tren pemakai nomor punggung 10, pada musim ini Allegri memberikan tugas bagi pemain berkebangsaan Prancis itu lebih menyerang.
Sementara, untuk nomor 10 lebih berarti peran sebagai playmaker atau second striker. Padahal dua posisi itu bukanlah posisi Pogba yang lebih sebagai defensive midfielder.
Diungkapkan oleh pelatih timnas Prancis yang juga salah satu legenda Bianconeri, Didier Deschamps, problem terbesar dari seretnya performa Pogba bukan dari magis nomor 10 yang dikenakannya.
"Tetapi yang penting bagaimana dia mengubah cara bermainnya," ujarnya kepada Tuttosport.
Menurut Deschamps, sekalipun diberikan peran untuk membantu serangan, Pogba juga dirasa perlu mempertahankan jati dirinya sebagai gelandang bertahan. Tetapi yang ada di lapangan malah sebaliknya.
Seperti yang terangkum di balik kekalahan Juventus atas tuan rumah Sassuolo di giornata 10 Serie A, Kamis dini hari kemarin (29/10).
Berdasarkan statistik Squawka, mantan pemain Manchester United ini malah lebih sering menjelajah di area lawan ketimbang turun ke area pertahanan sendiri. Persentasenya pun bahkan bisa mencapai 73,48 persen, dengan area antara garis tengah hingga kotak penalty lawan jadi yang paling dominant.
Perannya untuk membantu pertahanan terselamatkan dengan adanya Mario Lemina yang juga sama-sama gelandang bertahan.
"Saya juga sering memberikannya kebebasan untuk naik, tapi ingat dia gelandang, dia harus belajar untuk bermain bertahan. Mungkin peran ini tidak dia sukai, tapi ini penting untuk tim," sebutnya.
Tidak adanya Tevez atau Andrea Pirlo membuat Allegri "memaksa" Pogba untuk lebih menyerang.
Papan statistik sudah membuktikan Pogba kesulitan untuk memainkan peran itu. Statistik Whoscored mencatat, Pogba menjadi pemain yang terbanyak disposisinya dengan 21 kali di Serie A, dan 3 kali di Liga Champions.
Dia yang terbanyak melakukan disposisi. Rekor terbanyak lainnya adalah bagaimana dia membuang peluang mencetak gol. Dari 13 kali caps-nya di Serie A dan Liga Champions, total sudah ada 48 kali tendangan dilakukan Pogba per pertandingannya. Dari jumlah itu, hanya satu gol yang dibukukannya.
Artinya, Pogba membuang 97 persen peluangnya memberikan gol bagi Juventus musim ini. Diwawancarai Calciomercato setelah laga, Allegri menanggapi performa Pogba ini dengan candaan. Dia lebih mengomentari nomor punggung 10 Pogba ketimbang peran 10 Pogba.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
