
Gary Medel
JawaPos.com - Datang dari Cardiff dengan harga GBP 10 Juta (sekitar Rp 209,89 Miliar), Gary Medel langsung menjelma menjadi pemain penting di Inter Milan.
Kemampuannya sebagai tukang angkut air, ketat dalam mengawal lawan dan tanpa kompromi dalam melakukan pelanggaran, membuatnya disukai Mancini.
Selain itu, adaptasinya yang cepat dalam menempati posisi baru juga menjadi nilai plus lainnya pilar timnas Cile tersebut.
Musim ini, dirinya diturunkan sebagai bek tengah di formasi 4-3-1-2 maupun wingback kanan dalam pakem 3-5-2. Tiga kemenangan, satu imbang, serta satu kekalahan menjadi performa Medel.
Medel pun mengatakan dirinya tidak akan terjadi jika saja masa mudanya begitu bahagia. Mengapa demikian? Sebab, dengan masa kecilnya yang begitu kelam menempanya menjadi pemain yang kuat serta membantunya untuk bersyukur dengan kehidupannya sekarang.
Masa lalu gelandang 28 tahun yang akrab disapa Pitbull Cile, karena tak kenal lelah dalam mengejar bola, dimulai ketika Medel masih tinggal di Barrio Conchali, sebuah distrik yang berada di Santiago, ibukota Cile.
"Saat itu, aku selalu berada di jalanan dan bermain bersama dengan teman-temanku. Terkadang aku bisa lupa waktu hingga Ayah datang dan menjewer telingaku kemudian membawaku kedalam rumah," kisah Medel dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport.
Diakuinya, berada di jalanan sangatlah menyenangkan karena dirinya bisa punya banyak teman. Namun, tidak semua teman yang menaungi eks pemain Sevilla itu baik. Medel juga berhubungan dengan mereka yang selama ini menjadi pecandu narkoba.
"Mengenal mereka membuatku salah jalan. Karena itu, jika saja aku tidak menekuni sepakbola dengan serius, mungkin saja aku bakal tetap berada di jalan dan menjadi seorang narcotraficante (sebutan untuk pengedar narkoba)," tuturnya.
Tidak hanya belajar dari pergaulan yang salah, Medel yang menjadi inspirator mascot timnas kala Piala Dunia Brasil tahun lalu, seekor anjing dengan rambut Mohawk, juga mengatakan bahwa kecelakaan yang terjadi enam tahun lalu dimana nyaris membuat karirnya mandek juga membuatnya menjadi seperti sekarang.
Kecelakaan itu terjadi ketika Medel masih menjalani awal karir profesionalnya dengan bergabung bersama Universidad Catolica. Dirinya mengisahkan sedang pulang menuju ke rumah saat Cile menunjukkan pukul 07.00 pagi.
"Aku sangat mengantuk karena aku hanya tidur sebentar. Jadi, ketika matahari menyinari mataku, aku pun mulai tertidur yang sialnya, aku lupa memakai sabuk keselamatan," paparnya.
"Aku pun kehilangan kontrol atas mobilku yang ketika itu melaju di kecepatan 140km/jam. Aku pun terpental dari kaca. Ketika aku bangun, tahu-tahu aku sudah berada di rumah sakit," jelasnya.
Saat itu, Medel mengatakan bahwa dirinya sempat tidak merasakan apapun pada kakinya.
"Namun, agenku datang dan langsung menampar kakiku. Barulah aku bisa merasakan kedua kakiku. Dan sejak saat itu, itu membuatku jadi pribadi yang kuat," tandasnya. (apu/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
