Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 April 2017 | 05.31 WIB

Panasnya Derby Merseyside Berlanjut Hingga Luar Lapangan

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, terlibat perang kata-kata dengan arsitek Everton, Ronald Koeman, seusai laga. - Image

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, terlibat perang kata-kata dengan arsitek Everton, Ronald Koeman, seusai laga.

JawaPos.com - Panasnya Derby Merseyside tak hanya berlangsung selama 90 menit lebih pertandingan. Selepas laga, atmosfer rivalitas Liverpool dan Everton masih kental. Pemicunya adalah manajer kedua kubu, Juergen Klopp dan Ronald Koeman.


Seperti diketahui, Liverpool keluar sebagai pemenang dalam duel tersebut dengan skor 3-1. Ketiga gol The Reds -julukan Liverpool- dihasilkan oleh Sadio Mane, Philippe Coutinho, dan Divock Origi. Sementara sebiji gol Everton dilesakkan Matthew Pennington.


Kemenangan itu membuat Klopp sangat puas. Apalagi, dia kini tercatat sebagai manajer pertama Liverpool yang sanggup memenangi tiga perjumpaan pertama lawan Everton di Premier League. "Para pemain menunjukkan kalau mereka adalah pejuang, melakukan segalanya untuk meraih kemenangan. Kami pantas meraih kemenangan ini. Liverpool menunjukkan permainan yang bagus dan meraih hasil optimal," ujar Klopp kepada BBC Sport.


Namun, panasnya duel tak berhenti sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan. Di luar lapangan pertandingan, pertarungan berlanjut dengan adu mulut antara kedua manajer. Berhulu saat Koeman mengkritik keras aksi-aksi heboh Klopp sepanjang laga. Seperti diketahui, Klopp memang acapkali bertindak sesukanya saat memimpin laga Liverpool. Berteriak, berlari, melompat, dan banyak aksi lain yang dilakukan dengan ekspresif di tepi lapangan.


"Saya tidak suka dengan pelatih yang berteriak sepanjang pertandingan. Dia menyoraki wasit dan asistennya. Heboh sendiri saat pemainnya ditekel. Seperti orang gila," rutuk Koeman.


Klopp, alih-alih membalas sindiran Koeman, justru memilih santai. "Saya tidak peduli dengan apa yang Koeman katakan. Dia bebas mengatakan apa pun tentang saya," ucapnya.


Namun, dia tetap tak luput menyindir beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan dan tidak tepat. "Saya masih menebak-nebak kultur di negara ini. Bagaimana saya bisa memutuskan ini oke, dan itu tidak oke. Dalam opini saya, para pemain harus meninggalkan lapangan dalam kondisi sehat dan tak cedera. Tapi bukan tugas saya menghakimi. Jika Anda melihat sesuatu, katakan. Jika tidak, diamlah," urai Klopp mengomentari tekel keras para pemain Everton.


Koeman kembali tak mau kalah. Dia merespons kritikan Klopp dengan komentar bernada sindiran. "Mungkin satu atau dua tekel terlalu banyak. Ini sepak bola, derby. Dari kedua kubu, saya melihat ada tekel-tekel yang mungkin pantas diganjar kartu kuning. Sementara, mungkin dari sudut pandang bench Liverpool, saya tak menunjuk manajernya, wasit pantas memberikan 8 kartu merah," balas Koeman.


Klopp sendiri pantas merasa jengah. Dari laga itu, dia terancam kehilangan pemain andalannya akibat cedera. Sadio Mane sempat mengerang kesakitan sebelum ditarik keluar pada babak kedua.


"Saya bertemu Mane di ruang ganti. Terlihat seperti tidak baik. Saya menyayangkan cedera yang menimpa Mane. Kelihatannya dia tidak bisa tampil saat kami menghadapi Bournemouth pada tengah pekan nanti," tandas Klopp. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore