
Sejumlah anak melakukan protokol kesehatan saat mendatangi sekolahan untuk bermain di sekolah alam, Meruyung, Depok, Jumat (24/7/2020). Memperingati Hari Anak Nasional Sekolah Alam Indonesia Meruyung mempersilahkan anak bersama keluarga bermain di sekolah
JawaPos.com - Dunia pariwisata di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diyakini akan kembali bergeliat. Buktinya, sebagian masyarakat sudah mulai merencanakan liburan dalam waktu dekat menjelang akhir tahun. Yang tetap harus diingat adalah para wisatawan tetap harus disiplin mematuhi protokol kesehatan.
Dalam survei yang digelar oleh OpenTripID pada 1 hingga 15 Juli 2020, bicara masalah kesehatan, sekitar 94 persen mengatakan peduli terhadap protokol kesehatan selama liburan. Sedangkan sisanya mengatakan tidak tahu. Survei ini diikuti oleh 1.005 orang dari berbagai usia.
"Terbukti meski banyak masyarakat ingin berlibur, mereka masih mementingkan kesehatan. Maka mereka berjanji untuk mematuhi protokol kesehatan di setiap perjalanan wisata," tutur Founder OpenTripID, Eka Saparingga secara daring baru-baru ini.
Kemudian sebanyak 73 persen mengaku memiliki rencana untuk melakukan perjalanan dalam jangka waktu 2 bulan mendatang. Sisanya yakni 27 persen masih belum melakukan perencanaan perjalanan wisata. Ini membuktikan minat masyarakat untuk berwisata masih sangat tinggi.
"Di era new normal ini minat masyarakat sangat tinggi untuk bisa kembali berwisata," katanya.
Dari survei tersebut juga membuktikan banyak yang memilih untuk berwisata di dalam negeri dibandingkan luar negeri. Dengan persentase 73 persen untuk wisata dalam negeri dan 27 persen untuk wisata luar negeri.
Sementara untuk tujuan wisata, 51 persen memilih untuk liburan di pantai, 30 persen wisata pegunungan, 12 persen untuk wisata kuliner dan 7 persen untuk wisata modern seperti mall atau taman rekreasi. Untuk destinasinya, empat teratas yang dipilih ialah Bromo, Kawah Ijen, Jogjakarta dan Bali.
Lalu 36 persen memilih menggunakan pesawat sebagai moda transportasi dan 12 persen memilih bus. Sementara orang yang memilih menggunakan kereta dan kendaraan pribadi memiliki persentase sama yakni 26 persen.
Soal lama waktu liburan, 57 persen menginginkan liburan selama tiga hari, 17 persen satu atau dua hari dan sisanya lebih dari tiga hari. Kebanyakan mengatakan waktu tiga hari adalah waktu yang pas untuk berwisata.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=wBBGqDXn3R4
https://www.youtube.com/watch?v=nGbncj-UlHg
https://www.youtube.com/watch?v=fcOC3fWI7Cs

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
