Gambar ilustrasi kesehatan mental dari magnific
JawaPos.com - Layanan kesehatan mental berbasis online atau telehealth semakin mudah ditemukan melalui media sosial.
Berbagai iklan menawarkan tes singkat untuk mengenali gangguan mental hingga pengobatan yang diklaim mampu membuat seseorang lebih produktif.
Namun, kemudahan tersebut juga perlu disikapi dengan hati-hati agar masyarakat tidak terjebak pada diagnosis yang terburu-buru atau layanan yang kurang bertanggung jawab.
Dalam artikel yang diterbitkan Psychology Today, Holly Avella, Ph.D., menguraikan tiga tanda bahaya yang perlu diperhatikan saat menilai konten promosi layanan kesehatan mental.
Tiga hal tersebut meliputi shared singularity, quick fix, dan symptom-centered, yang dapat membuat persoalan kesehatan mental terlihat jauh lebih sederhana daripada kenyataannya.
1. Menganggap gejala umum sebagai diagnosis pribadi (shared singularity)
Konten media sosial terkadang menggambarkan pengalaman yang sangat umum seolah-olah secara khusus menggambarkan kondisi setiap penontonnya.
Seseorang mungkin merasa cocok dengan video tentang ADHD, kecemasan, atau depresi, tetapi kesamaan pengalaman tidak otomatis membuktikan bahwa dirinya memiliki gangguan tersebut.
Diagnosis membutuhkan penilaian yang lebih menyeluruh daripada sekadar mencocokkan diri dengan unggahan di internet.
2. Menawarkan solusi instan (quick fix)
Tanda bahaya berikutnya adalah janji bahwa masalah kesehatan mental dapat dikenali dan diatasi dengan cepat melalui tes singkat, paket pengobatan, atau satu jenis solusi.
Pendekatan seperti ini berisiko mengabaikan kebutuhan evaluasi profesional, pemantauan, dan perawatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.
Kesehatan mental bukan sekadar persoalan yang bisa diselesaikan melalui produk atau layanan yang dipasarkan sebagai jalan pintas.
3. Hanya berfokus pada gejala (symptom-centered)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022