Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 17.44 WIB

Hari Batik Nasional: Sejarah Pengakuan UNESCO hingga Mendorong Ekonomi Kreatif

Ilustrasi kain batik tulis. Beberapa kain batik tulis yang dihadirkan dalam 'Pigeon Batik Exhibiton' di Pasific Place, Jakarta, Rabu (2/10). (Nurul Adriyana/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi kain batik tulis. Beberapa kain batik tulis yang dihadirkan dalam 'Pigeon Batik Exhibiton' di Pasific Place, Jakarta, Rabu (2/10). (Nurul Adriyana/JawaPos.com)

JawaPos.com - 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan pun kompak mengenakan busana batik dalam keseharian.

Tapi, peringatan Hari Batik Nasional ini bukan sekadar rutinitas tahunan seremonial, melainkan wujud kebanggaan sekaligus kepedulian bersama dalam melestarikan warisan budaya luhur bangsa Indonesia.

Mengenakan batik kini tidak lagi identik dengan kesan kaku atau acara formal semata. Batik telah berevolusi menjadi bagian dari tren fashion modern dan identitas kebanggaan nasional yang diakui dunia internasional.

Sejarah Panjang Pengakuan UNESCO dan Keppres No. 33 Tahun 2009

Secara etimologi dalam bahasa Jawa, kata 'batik' berasal dari gabungan kata amba yang berarti menulis atau membentangkan kain lebar, dan tik atau nitik yang berarti membuat titik. Seiring perjalanan panjang sejarah keraton Jawa hingga merambah masyarakat luas, batik bertransformasi menjadi mahakarya seni dengan ragam filosofi tinggi.

Momentum bersejarah penetapan Hari Batik Nasional berawal ketika UNESCO secara resmi menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi) pada 2 Oktober 2009. Pengakuan internasional tersebut menjadi tonggak penting keberadaan batik di kancah global.

Sebagai bentuk rasa syukur dan dorongan untuk melestarikan warisan budaya ini, Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 pada 17 November 2009. Keppres ini secara resmi menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya.

Menjaga Warisan Sekaligus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Peringatan Hari Batik Nasional membawa pesan penting bahwa batik bukan sekadar warisan peninggalan masa lalu yang statis, melainkan identitas hidup yang bergerak dinamis. Indonesia bangga berbatik karena di dalam setiap lembar kainnya tersimpan nilai sejarah, seni, serta semangat gotong royong ribuan pengrajin di berbagai pelosok daerah.

Tidak hanya bernilai estetis dan kultural, batik memiliki peran strategis sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat. Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik terbukti menjadi tulang punggung ekonomi kreatif dan penyedia lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja di Tanah Air.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore