Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2026 | 04.12 WIB

Kemarau Diprediksi Terjadi Lebih Lama, Pengelolaan Air Perlu Dilakukan Secara Terukur

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Provinsi Banten, Wawan Wahyudi bersama Founder dan CEO MyESICS, Ari Christiany. (Istimewa) - Image

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Provinsi Banten, Wawan Wahyudi bersama Founder dan CEO MyESICS, Ari Christiany. (Istimewa)

JawaPos.com - Musim kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi lebih kering dan lebih lama dari biasanya. Oleh karena itu, pengelolaan air harus dilakukan secara terstruktur.

Menguatnya El Nino bisa mempengaruhi ketersediaan sumber daya air. Oleh karena itu, penting menata kebutuhan air, sumbernya hingga pemanfaatan air tersebut.

Untuk membantu mengidentifikasi risiko dan meningkatkan efisiensi operasional platform MyESICS dibuat. Teknologi berbasis website ini dirancang untuk menyederhanakan proses pengelolaan, pemantauan, analisis, dan pelaporan lingkungan. 

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Provinsi Banten, Wawan Wahyudi mengatakan, platform ini dibutuhkan dalam tata kelola air di musim kemarau.

"Platform ini tentunya akan membantu banyak perusahaan dan profesional mengelola berbagai kebutuhan lingkungan secara lebih mudah, cepat, dan terstruktur," ujar Wawan, Sabtu (29/8).

Pemerintah mendorong kesiapsiagaan lintas sektor untuk menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi dampak kekeringan. 

“Dalam kondisi seperti sekarang, pengelolaan air harus dilakukan secara terukur. Perusahaan perlu mengetahui neraca airnya, memahami pola penggunaan, dan dapat segera mengidentifikasi ketika terjadi ketidakefisienan. Data tersebut penting bukan hanya untuk pelaporan, tetapi juga untuk efisiensi dan keberlanjutan operasional,” jelasnya. 

Sementara, Founder dan CEO MyESICS, Ari Christiany mengatakan, pengelolaan lingkungan membutuhkan data yang lebih akurat. Oleh karena itu, perlu ada sistem yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

“Kami menghadirkan MyESICS karena kami melihat pengelolaan lingkungan di Indonesia semakin membutuhkan pendekatan yang berbasis data. Perusahaan dan instansi tidak cukup hanya memiliki data, tetapi membutuhkan sistem yang dapat membantu mengolah data tersebut menjadi informasi yang mudah dipahami dan mendukung pengambilan keputusan,” kata Ari. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore