
Ilustrasi anak laki-laki yang tumbuh jadi pria narsistik (magnific)
JawaPos.com - Anak laki-laki yang tumbuh menjadi pria dengan kecenderungan narsistik mungkin dipengaruhi pola pengasuhan tertentu. Kenali 10 kebiasaan orang tua yang perlu diwaspadai.
Seorang anak laki-laki bisa tumbuh menjadi pria yang selalu membutuhkan pujian, sulit mengakui kesalahan, merasa dirinya lebih istimewa daripada orang lain, atau kesulitan memahami perasaan orang di sekitarnya.
Hal seperti ini sering muncul ketika seseorang berhadapan dengan perilaku narsistik dalam hubungan, keluarga, maupun lingkungan pekerjaan.
Kepribadian seseorang tentu tidak terbentuk hanya dari satu faktor. Pengalaman masa kecil, lingkungan sosial, karakter bawaan, hubungan dengan orang lain, serta berbagai pengalaman sepanjang hidup dapat berperan dalam perkembangan kepribadian seseorang.
Seperti dirangkum dari laman YourTango, inilah sejumlah pola pengasuhan yang menurut sumber dapat berkaitan dengan berkembangnya sifat seperti rasa berhak mendapatkan perlakuan khusus, kurangnya empati, dan kebutuhan berlebihan akan pengakuan.
Penting dicatat, daftar berikut bukan alat untuk mendiagnosis seseorang sebagai narsistik. Tidak semua anak yang mengalami pola pengasuhan tertentu akan tumbuh menjadi orang dewasa dengan gangguan kepribadian narsistik.
Namun, pola-pola ini dapat menjadi bahan refleksi bagi orang tua dalam membangun pengasuhan yang lebih sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022