
Ilustrasi nasi/Magnific
JawaPos.com - Nasi menjadi makanan pokok yang paling umum dikonsumsi oleh orang Indonesia.
Nasi menjadi sumber karbohidrat yang mendukung tubuh untuk merasa kenyang serta berenergi seharian.
Nasi basi menjadi salah satu tanda penyebab keracunan. Mengolah dan menyimpan nasi memang perlu dilakukan dengan tindakan yang tepat, terutama supaya nasi tidak mudah terkontaminasi dan rusak.
Menurut informasi yang dikutip dari laman X @bpomtabalong pada (08/09) salah satu bakteri yang paling sering menyebabkan nasi bisa basi adalah bakteri Bacillus cereus.
Bakteri ini memiliki spora yang bisa aktif saat disimpan dalam kondisi yang mendukung, seperti suhu ruang yang hangat.
Bakteri tersebut kemudian dapat berkembang dan memanfaatkan nutrisi yang terdapat pada nasi sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Selanjutnya, menurut @bpomtabalong meskipun tampilan nasi terlihat masih dalam kondisi baik, hal tersebut tidak serta merta membuat nasi aman untuk dikonsumsi.
Lantas, apa yang harus dilakukan?. Cara yang paling valid untuk menghindari risiko nasi bai adalah dengan jangan membiarkannya terlalu lama berada dalam suhu ruang.
Jika tidak segera dimakan, maka anda perlu menyimpannya di dalam rice cooker atau dalam lemari pendingin dan dalam suhu yang tepat, kemudian baru dihangatkan pada microwave saat hendak dikonsumsi kembali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022