
ilustrasi orang yang melewatkan sarapan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Sarapan sering disebut sebagai salah satu waktu makan penting karena menjadi kesempatan bagi tubuh untuk mendapatkan asupan setelah berjam-jam tidak makan selama tidur.
Meski begitu, tidak semua orang terbiasa makan pada pagi hari. Sebagian memilih melewatkannya karena ingin tidur lebih lama, terburu-buru menjalani aktivitas, atau memang tidak memiliki selera makan di pagi hari.
Kebiasaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan kondisi psikologis tertentu. Namun, sejumlah penelitian mengamati adanya hubungan antara pola sarapan dengan suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, dan kondisi psikologis seseorang.
Rasa lapar juga dapat memengaruhi energi serta kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas. Karena itu, kebiasaan tidak makan pada pagi hari berpotensi memberikan dampak berbeda pada setiap individu.
Dilansir dari YourTango, berikut empat hal yang kerap dikaitkan dengan kebiasaan melewatkan sarapan dari sudut pandang psikologi.
Ketika tubuh membutuhkan makanan, rasa lapar dapat menjadi hal yang cukup mengganggu. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih sulit mengatur emosi maupun mengendalikan respons terhadap situasi tertentu.
Tubuh memproduksi hormon ghrelin yang berperan dalam memunculkan rasa lapar. Ketika rasa lapar tidak segera teratasi, seseorang bisa menjadi lebih mudah terganggu atau kurang sabar.
Dalam kondisi tertentu, rasa lapar yang kuat juga dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan. Hal-hal kecil yang biasanya dapat dihadapi dengan tenang mungkin terasa lebih mengganggu ketika tubuh sedang kekurangan asupan energi.
Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara kebiasaan melewatkan sarapan dengan gejala depresi dan kecemasan.
Salah satu kemungkinan yang dibahas adalah perubahan pada kemampuan mengendalikan perhatian dan kondisi emosional. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan pada pagi hari, rasa lapar dan perubahan energi dapat turut memengaruhi kondisi psikologis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022