Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 22.14 WIB

6 Saran Absurd yang Justru Ampuh Menjaga Mental dan Emosional dalam Kehidupan Pernikahan

ilustrasi pasangan. (Pexels)

JawaPos.com - Menjaga pernikahan tetap sehat bukan berarti pasangan harus selalu romantis, selalu sepakat, atau mampu menyelesaikan setiap masalah seketika. 

Justru, hubungan jangka panjang membutuhkan kemampuan untuk menghadapi ketidaksempurnaan, memahami batas diri, dan menerima bahwa tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan cara yang sama.

Beberapa saran pernikahan yang terdengar aneh atau bahkan absurd ternyata dapat membantu pasangan menjaga keseimbangan mental dan emosional. 

Sebab, kehidupan rumah tangga tidak hanya membutuhkan cinta, tetapi juga ruang pribadi, komunikasi yang realistis, humor, dan kemampuan untuk tidak menjadikan setiap perbedaan sebagai ancaman bagi hubungan.

Dirangkum dari laman YourTango, enam saran yang terdengar absurd ini justru dapat membantu menjaga kesehatan mental dan emosional dalam pernikahan, mulai dari tidak selalu menyelesaikan konflik hingga memberi ruang untuk diri sendiri.

Simak, inilah saran absurd yang disebut ampuh menjaga kesehatan emosional, dan dinamika pernikahan. 

1. Tidak Harus Menyelesaikan Setiap Pertengkaran di Hari Itu Juga

Nasihat klasik sering mengatakan bahwa pasangan tidak seharusnya tidur dalam keadaan marah. 

Namun, dalam praktiknya, memaksakan penyelesaian konflik ketika kedua pihak sedang lelah atau emosional justru dapat memperburuk keadaan.

Terkadang, tidur dan mengambil jeda justru merupakan pilihan yang lebih masuk akal.

Ketika emosi sedang tinggi, kemampuan seseorang untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang pasangan dapat menurun. 

Percakapan yang seharusnya menghasilkan solusi malah berubah menjadi saling menyalahkan.

Memberikan waktu untuk menenangkan diri bukan berarti mengabaikan masalah. Yang penting, jeda tersebut bukan digunakan sebagai hukuman atau cara menghindari pembicaraan selamanya.

Pasangan dapat mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk beristirahat dan sepakat melanjutkan pembicaraan ketika kondisi sudah lebih tenang.

Dengan cara tersebut, konflik tidak dihilangkan, tetapi ditangani pada waktu ketika kedua pihak memiliki kapasitas emosional yang lebih baik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore