Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 22.49 WIB

Menikah di Bulan Suro Disebut Bawa Sial, Ini Penjelasan Islam dan Kisah Pernikahan Fatimah Az-Zahra

Ilustrasi pasangan pengantin yang melangsungkan pernikahan / magnific - Image

Ilustrasi pasangan pengantin yang melangsungkan pernikahan / magnific

JawaPos.com – Bulan Muharam atau yang dalam tradisi masyarakat Jawa dikenal sebagai bulan Suro kerap dianggap sebagai waktu yang penuh pantangan. 

Salah satu yang paling sering terdengar adalah larangan melangsungkan pernikahan.

Di sebagian masyarakat, khususnya yang masih memegang kuat tradisi kejawen, menikah pada bulan Suro dipercaya dapat mendatangkan malapetaka. 

Ada anggapan rumah tangga pasangan yang menikah pada bulan tersebut akan dipenuhi masalah, kesialan, bahkan berbagai musibah.

Kepercayaan semacam itu telah berkembang sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun. 

Karena sudah menjadi bagian dari tradisi, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya menerima anggapan tersebut tanpa mempertanyakan kembali asal-usul dan dasar keyakinannya.

Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai menikah pada bulan Muharam atau Suro?

Apakah benar bulan tersebut merupakan bulan yang buruk untuk melangsungkan pernikahan?

Dilansir dari akun YouTube resmi NU Online, Rabu (2/9), berikut penjelasannya.

Bulan Suro dan Berbagai Pantangan dalam Tradisi Jawa

Bulan Suro merupakan penyebutan masyarakat Jawa untuk bulan Muharam dalam kalender Hijriah. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore