Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Agustus 2026 | 19.59 WIB

6 Kebiasaan Buruk Orang yang Perlahan Kehilangan Kendali atas Janji Pernikahannya

Ilustrasi hilang kendali dalam pernikahan (magnific) - Image

Ilustrasi hilang kendali dalam pernikahan (magnific)

 

JawaPos.com - Kenali enam kebiasaan buruk yang perlahan dapat membuat seseorang kehilangan kendali atas komitmen pernikahan, mulai dari mengabaikan komunikasi hingga membiarkan masalah menumpuk.

Ya, pernikahan tidak hanya dibangun melalui perasaan cinta, tetapi juga membutuhkan komitmen, komunikasi, kepercayaan, dan kesediaan untuk terus menjaga hubungan ketika keadaan tidak selalu berjalan sesuai harapan. 

Janji pernikahan yang diucapkan di awal hubungan membutuhkan tindakan nyata agar tetap memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan buruk dalam pernikahan dapat membuat pasangan perlahan kehilangan kedekatan emosional. 

Masalahnya sering kali tidak muncul dalam satu kejadian besar, melainkan melalui perilaku kecil yang dilakukan berulang kali hingga menciptakan jarak.

Seperti dirangkum dari laman YourTango, inilah enam kebiasaan buruk yang perlahan dapat membuat seseorang kehilangan kendali atas komitmen pernikahan.

Namun, pembahasan berikut bukan penilaian terhadap keberhasilan sebuah pernikahan, melainkan gambaran mengenai pola perilaku yang dapat menjadi bahan refleksi bagi pasangan.

1. Berhenti Membicarakan Masalah yang Sebenarnya

Salah satu kebiasaan yang dapat merusak hubungan secara perlahan adalah memilih diam ketika muncul masalah.

Pada awalnya, diam mungkin terasa seperti cara terbaik untuk menghindari pertengkaran. Seseorang berpikir bahwa masalah akan hilang dengan sendirinya jika tidak dibicarakan.

Sayangnya, persoalan yang tidak dibahas biasanya tidak benar-benar menghilang. Rasa kecewa dapat menumpuk dan berubah menjadi jarak emosional.

Pasangan akhirnya dapat tinggal dalam rumah yang sama, tetapi semakin jarang membicarakan perasaan, kebutuhan, maupun persoalan yang sedang dihadapi.

Komunikasi dalam pernikahan bukan berarti setiap masalah harus diselesaikan dalam satu percakapan. Terkadang, pasangan memang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.

Yang lebih penting adalah tidak menggunakan diam sebagai cara untuk menghindari persoalan selamanya. Setelah emosi lebih stabil, masalah tetap perlu dibicarakan dengan sikap terbuka dan saling menghormati.

2. Menganggap Pasangan Akan Selalu Memahami

Pernikahan yang sudah berlangsung lama terkadang membuat seseorang merasa bahwa pasangannya seharusnya sudah mengetahui apa yang ia inginkan.

Akibatnya, kebutuhan tidak lagi disampaikan secara langsung. Ketika pasangan tidak memberikan respons seperti yang diharapkan, rasa kecewa pun muncul.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore