Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22.32 WIB

6 Tips untuk Orang Sensitif dan Penuh Empati untuk Melindungi Energi Mereka

Ilustrasi orang sensitif dan penuh empati (Magnific) - Image

Ilustrasi orang sensitif dan penuh empati (Magnific)

 

JawaPos.com - Simak dan ketahui, enam tips sederhana untuk orang sensitif dan penuh empati agar dapat menjaga energi emosional, menetapkan batas sehat, dan tidak mudah terkuras oleh lingkungan sekitar.

Ya, menjadi pribadi yang sensitif dan penuh empati sering kali membuat seseorang lebih mudah memahami perasaan orang lain. 

Mereka dapat menangkap perubahan suasana hati, merasakan ketegangan dalam sebuah percakapan, bahkan ikut memikirkan masalah yang sedang dialami orang terdekat.

Kemampuan tersebut tentu dapat menjadi kekuatan dalam membangun hubungan. 

Namun, jika tidak diimbangi dengan batas emosional yang sehat, terlalu banyak menyerap persoalan orang lain juga dapat membuat seseorang merasa lelah, kewalahan, atau kehilangan waktu untuk dirinya sendiri.

Seperti dirangkum dari laman YourTango, enam tips berikut tidak berarti orang sensitif harus menjadi lebih cuek, melainkan membantu mereka tetap memiliki empati tanpa mengorbankan kesejahteraan diri sendiri.

1. Belajar Mengenali Mana Emosi Diri dan Mana Milik Orang Lain

Orang yang sangat empatik terkadang sulit membedakan perasaan pribadi dengan emosi yang mereka tangkap dari lingkungan.

Ketika berada di dekat seseorang yang sedang marah, sedih, atau cemas, mereka mungkin ikut merasakan perubahan suasana tersebut. 

Jika terjadi berulang kali, kondisi ini dapat membuat seseorang pulang dengan perasaan berat meskipun sebenarnya tidak mengalami masalah yang sama.

Karena itu, cobalah berhenti sejenak ketika emosi tiba-tiba berubah dan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah perasaan ini benar-benar berasal dari pengalaman saya?”

Kesadaran sederhana tersebut dapat membantu seseorang menciptakan jarak emosional yang sehat. 

Memahami perasaan orang lain tidak berarti harus ikut memikul seluruh beban mereka.

Empati akan lebih bermanfaat ketika seseorang mampu memberikan dukungan tanpa kehilangan kesadaran terhadap kondisi dirinya sendiri.

2. Jangan Takut Mengatakan “Tidak”

Bagi orang yang penuh empati, mengatakan “tidak” terkadang terasa sangat sulit. 

Mereka mungkin takut mengecewakan orang lain atau merasa bersalah ketika tidak dapat memberikan bantuan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore