
ilustrasi orang yang menghitung uang. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Banyak pekerja merasa bingung ketika gaji yang baru diterima tiba-tiba habis sebelum akhir bulan tiba.
Padahal, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh jumlah pendapatan yang kurang. Sering kali, masalah muncul akibat kebiasaan mengelola uang yang kurang tepat.
Tanpa perencanaan keuangan yang baik, seseorang bisa terjebak dalam siklus menunggu gajian berikutnya tanpa memiliki ruang untuk menabung atau membangun aset.
Mulai dari kebiasaan belanja online, terlalu banyak langganan digital, hingga mengikuti gaya hidup orang lain dapat membuat pengeluaran semakin sulit dikendalikan.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima alasan mengapa gaji cepat habis dan cara memperbaikinya.
Kemajuan teknologi membuat aktivitas belanja menjadi semakin mudah. Hanya dengan membuka aplikasi, berbagai kebutuhan bisa langsung dipesan dalam hitungan menit.
Namun, kemudahan tersebut juga membuat banyak orang lebih mudah melakukan pembelian impulsif.
Promo besar, gratis ongkir, dan diskon terbatas sering membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak menjadi kebutuhan utama.
Jika kebiasaan ini terus dilakukan, pengeluaran kecil yang terlihat tidak berarti dapat berubah menjadi beban besar dalam keuangan bulanan.
Cara memperbaikinya:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022