Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Agustus 2026 | 05.23 WIB

Kecemasan Bukan Sekadar Perasaan, Ini yang Terjadi di Otak Saat Anda Gelisah

Ilustrasi cemas (freepik) - Image

Ilustrasi cemas (freepik)

JawaPos.com – Pernah merasa gelisah, jantung berdebar, atau pikiran terus dipenuhi kekhawatiran meski tidak ada ancaman yang jelas? Kondisi seperti ini cukup umum terjadi dan sering kali membuat seseorang bingung karena tidak mengetahui penyebabnya.

Menurut para ahli, kecemasan bukan sekadar respons emosional, tetapi juga melibatkan proses biologis yang kompleks di dalam otak. Ketika otak menganggap ada ancaman, sistem saraf akan mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh yang memunculkan berbagai gejala fisik maupun psikologis.

Dirangkum dari Verywell Mind, berikut penjelasan mengenai bagaimana otak memproses kecemasan dan langkah-langkah yang dapat membantu mengelolanya.

1. Bagian Otak yang Berperan dalam Kecemasan

Saat seseorang mengalami kecemasan, beberapa bagian otak bekerja secara bersamaan, terutama sistem limbik yang berfungsi mengatur emosi dan respons terhadap stres.

  • Amigdala berperan mendeteksi ancaman dan memicu respons cepat terhadap bahaya.
  • Hipokampus membantu menyimpan serta mengingat pengalaman emosional, termasuk kejadian yang menimbulkan stres atau trauma.
  • Hipotalamus mengaktifkan sistem saraf otonom yang memicu gejala fisik seperti jantung berdebar, napas lebih cepat, dan berkeringat.
  • Talamus membantu meneruskan informasi sensorik ke berbagai bagian otak untuk diproses lebih lanjut.

Jika sistem ini terlalu sering aktif, tubuh dapat terus berada dalam kondisi siaga meski tidak ada ancaman nyata.

2. Empat Respons Alami Saat Menghadapi Ancaman

Ketika otak mendeteksi bahaya, tubuh dapat memberikan empat respons utama yang dikenal sebagai fight, flight, freeze, dan fawn.

  • Fight membuat seseorang cenderung melawan atau menjadi lebih mudah marah.
  • Flight mendorong keinginan untuk menghindari atau melarikan diri dari situasi yang dianggap mengancam.
  • Freeze membuat seseorang sulit bergerak, bingung, atau merasa seperti "membeku".
  • Fawn ditandai dengan kecenderungan menyenangkan orang lain demi menghindari konflik atau penolakan.

Keempat respons ini merupakan mekanisme bertahan hidup yang bekerja secara otomatis.

3. Dampak Kecemasan Berkepanjangan pada Otak

Apabila kecemasan berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan, fungsi beberapa bagian otak dapat mengalami perubahan.

Amigdala dapat menjadi lebih sensitif sehingga seseorang lebih mudah merasa terancam. Di sisi lain, hipokampus dapat mengalami penurunan fungsi yang memengaruhi kemampuan mengingat dan mengelola pengalaman emosional.

Selain itu, aktivitas korteks prefrontal, yaitu bagian otak yang berperan dalam pengambilan keputusan dan pengendalian emosi, juga dapat menurun. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit berpikir jernih saat menghadapi tekanan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore