Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Juli 2026 | 15.30 WIB

Benarkah Kurang Tidur Bisa Memicu Peradangan Otak? Ini Penjelasan Psikolog dan Ilmuwan 

hubungan kualitas tidur dengan kesehatan otak. (pinterest) - Image

hubungan kualitas tidur dengan kesehatan otak. (pinterest)

JawaPos.com - Tidur sering dianggap hanya sebagai waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Namun, menurut ulasan terbaru di Psychology Today, tidur yang berkualitas juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak dengan membantu mengendalikan peradangan otak.

Ketika waktu tidur berkurang atau kualitasnya buruk secara terus-menerus, proses peradangan di otak dapat meningkat dan memengaruhi berbagai fungsi penting.

Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Akan tetapi, jika peradangan terjadi secara kronis di otak, kondisi tersebut dapat mengganggu cara sel-sel saraf berkomunikasi.

Dampaknya tidak hanya memengaruhi daya ingat dan kemampuan berkonsentrasi, tetapi juga berhubungan dengan perubahan suasana hati serta peningkatan risiko berbagai gangguan neurologis dan kesehatan mental.

Saat tidur, otak menjalankan berbagai proses pemulihan yang tidak dapat dilakukan secara optimal saat seseorang terjaga. Salah satunya adalah membantu membersihkan zat sisa metabolisme dan menyeimbangkan aktivitas sistem kekebalan tubuh di otak.

Karena itu, kurang tidur dalam jangka panjang dapat membuat mekanisme perlindungan alami tersebut menjadi kurang efektif sehingga memicu peningkatan peradangan.

Hubungan antara tidur dan kesehatan otak bersifat dua arah. Peradangan yang meningkat dapat membuat kualitas tidur semakin buruk, sementara gangguan tidur yang terus berulang akan memperparah proses peradangan.

Siklus ini dapat berkontribusi terhadap munculnya kelelahan, gangguan konsentrasi, penurunan produktivitas, hingga meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif di kemudian hari.

Menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi paparan layar sebelum tidur, membatasi konsumsi kafein pada malam hari, dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman merupakan beberapa langkah sederhana untuk mendukung kesehatan otak.

Tidur bukan sekadar menghilangkan rasa lelah, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga fungsi otak, mengendalikan peradangan, dan mendukung kesehatan fisik maupun mental dalam jangka panjang.

 
 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore