Ilustrasi jurnal (pinterest)
JawaPos.com - Penelitian terbaru dari Cornell University mengungkap bahwa kebiasaan menulis jurnal reflektif dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mengurangi gejala depresi pada remaja dan dewasa muda.
Menurut laporan Psychology today, temuan ini ada di tengah meningkatnya angka depresi dan kecemasan pada generasi muda, sekaligus menawarkan metode yang mudah dilakukan secara mandiri di rumah.
Para peneliti melibatkan lebih dari 100 peserta berusia 18 hingga 29 tahun yang mengalami depresi tingkat sedang hingga berat.
Selama dua minggu, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta menulis tentang aktivitas sehari-hari, sedangkan kelompok kedua menuliskan perjalanan hidup mereka mulai dari masa kanak-kanak, sekolah, kuliah, hingga harapan di masa depan.
Mereka juga diminta menjelaskan tujuan hidup pada setiap fase dan merangkumnya dalam satu kata.
Dua bulan setelah program selesai, peserta yang menulis jurnal reflektif menunjukkan penurunan gejala depresi yang lebih signifikan dibanding kelompok lainnya.
Mereka juga mengalami penurunan rasa "kehilangan identitas" atau derailment, yakni perasaan bahwa diri mereka saat ini tidak lagi terhubung dengan diri mereka di masa lalu.
Menurut peneliti, latihan ini membantu membangun self-continuity, yaitu kesadaran bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan merupakan bagian dari satu perjalanan hidup yang saling terhubung.
Manfaatnya tidak dirasakan secara sama oleh semua peserta. Peneliti menemukan bahwa mereka yang memperoleh hasil terbaik adalah individu yang mampu merefleksikan pengalaman hidup, melihat proses pertumbuhan diri, dan menemukan makna dari setiap fase kehidupan.
Sebaliknya, peserta yang hanya berfokus pada kenangan menyakitkan tanpa mengambil pelajaran cenderung tidak mengalami perubahan berarti. Hal ini menunjukkan bahwa jurnal reflektif berbeda dengan sekadar meluapkan emosi atau mengulang pikiran negatif.
Para peneliti menyarankan latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah, seperti menuliskan bagaimana seseorang menggambarkan dirinya pada berbagai usia, apa yang paling penting pada setiap masa tersebut, serta nilai atau pengalaman apa yang masih dibawa hingga sekarang.
Tujuannya bukan menghidupkan kembali trauma, melainkan membantu melihat kehidupan sebagai proses yang terus berkembang.
Dengan cara ini, jurnal reflektif berpotensi menjadi salah satu metode pendamping yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja dan dewasa muda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
