Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 03.27 WIB

Penelitian Ungkap Kualitas Hubungan Berpengaruh Besar terhadap Kesehatan Mental 

ilustrasi dari pinterest
ilustrasi dari pinteres
 
JawaPos.com - Hubungan yang harmonis membawa perasaan bahagia, aman, dan penuh dukungan emosional.
 
Akan tetapi, ketika konflik terus terjadi dalam hubungan jangka panjang, dampaknya tidak hanya memengaruhi perasaan, tetapi juga kesehatan mental.
 
Dikutip dari Psychology today, penelitian terbaru dari University of Colorado Boulder menemukan bahwa kualitas hubungan memiliki kaitan kuat dengan meningkatnya risiko depresi.
 
Banyak ahli berpendapat bahwa depresi lebih dipengaruhi oleh faktor kepribadian, seperti sifat mudah cemas atau pesimistis.
 
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan yang penuh konflik dapat menjadi pemicu depresi, terlepas dari karakter atau riwayat kesehatan mental seseorang.
 
Dengan kata lain, masalah dalam hubungan bukan sekadar konsekuensi dari depresi, tetapi juga dapat menjadi penyebab munculnya gangguan tersebut.
 
Penelitian yang melibatkan lebih dari 4.600 orang dewasa ini mengikuti kondisi para peserta selama dua tahun.
 
Peneliti mengevaluasi kualitas hubungan melalui berbagai indikator, mulai dari seberapa besar pasangan saling memahami hingga seberapa sering kritik atau konflik muncul.
 
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang berada dalam hubungan bermasalah memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami episode depresi mayor dibanding mereka yang menjalani hubungan sehat.
 
Temuan tersebut menguatkan konsep relationship distress model of depression, yaitu teori yang menyatakan bahwa tekanan dalam hubungan romantis dapat meningkatkan risiko depresi.
 
Setelah berbagai faktor lain seperti kepribadian, optimisme, kondisi kesehatan, dan riwayat depresi diperhitungkan, kualitas hubungan tetap menjadi faktor yang berpengaruh terhadap munculnya depresi.
 
Para peneliti menilai penanganan depresi sebaiknya tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga mempertimbangkan kondisi hubungan yang sedang dijalani.
 
Terapi pasangan maupun interpersonal psychotherapy dapat menjadi pilihan untuk mengatasi konflik yang berkontribusi terhadap kesehatan mental.
 
Dengan memperbaiki komunikasi, membangun kembali rasa saling percaya, dan menyelesaikan konflik secara sehat, pasangan berpeluang meningkatkan kesejahteraan emosional mereka bersama.
 
 
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore