Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 16.38 WIB

Memahami Risiko, Manfaat, dan Batasan Dukungan Kesehatan Mental Menggunakan AI Menurut Psikologi

seseorang yang menggunakan ai untuk mencari tahu kesehatan mental./Magnific/lookstudio - Image

seseorang yang menggunakan ai untuk mencari tahu kesehatan mental./Magnific/lookstudio

JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia, termasuk cara seseorang memperoleh informasi dan dukungan terkait kesehatan mental.

Saat ini, jutaan orang menggunakan chatbot berbasis AI untuk mencari penjelasan mengenai stres, kecemasan, depresi, burnout, hubungan interpersonal, hingga sekadar mencari teman berbicara ketika merasa kesepian.

Kemudahan akses, respons yang cepat, serta kemampuan AI dalam memberikan informasi membuat teknologi ini semakin populer. Di sisi lain, muncul pertanyaan penting: apakah AI dapat menggantikan psikolog atau terapis? Seberapa aman menggunakan AI untuk membahas masalah kesehatan mental?

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (14/7), dari sudut pandang psikologi, AI memiliki potensi besar sebagai alat pendukung (supportive tool), tetapi bukan pengganti layanan profesional.

Memahami manfaat, risiko, dan batasannya menjadi sangat penting agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi ini secara bijaksana.

AI dalam Konteks Kesehatan Mental

AI merupakan sistem komputer yang dirancang untuk memahami bahasa, mengenali pola, dan menghasilkan respons berdasarkan data yang telah dipelajarinya. Dalam konteks kesehatan mental, AI dapat membantu pengguna melalui:

Memberikan edukasi mengenai kondisi psikologis.
Menjelaskan konsep-konsep psikologi dengan bahasa sederhana.
Membantu mengenali emosi melalui percakapan.
Menawarkan strategi coping yang bersifat umum.
Mengingatkan pentingnya menjaga pola tidur, aktivitas fisik, dan manajemen stres.
Membantu pengguna melakukan refleksi diri melalui pertanyaan-pertanyaan terstruktur.

Namun perlu dipahami bahwa AI tidak memiliki kesadaran, emosi, intuisi klinis, maupun kemampuan melakukan diagnosis sebagaimana psikolog atau psikiater.

Manfaat AI untuk Dukungan Kesehatan Mental

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore