
Ilustrasi menghapus pertemanan dengan mantan (freepik)
JawaPos.com - Menghapus pertemanan dengan mantan di media sosial hingga real life sering menjadi keputusan yang memicu perdebatan.
Sebagian orang menganggapnya sebagai tindakan berlebihan, sementara yang lain melihatnya sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan mental setelah hubungan berakhir.
Menariknya, berbagai kajian psikologi menunjukkan bahwa menjaga jarak secara digital dapat membantu proses pemulihan emosional, terutama jika perpisahan masih menyisakan luka atau perasaan yang belum selesai.
Di era media sosial, hubungan yang telah berakhir tidak selalu benar-benar usai. Melihat unggahan mantan, mengetahui aktivitas terbarunya, atau terus mengikuti kehidupannya secara daring dapat membuat seseorang lebih sulit melepaskan masa lalu.
Akibatnya, proses menerima kenyataan dan membangun kehidupan baru menjadi lebih lambat.
Bukan berarti setiap orang harus menghapus mantan dari daftar pertemanan. Keputusan tersebut sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu, alasan putus, serta dinamika hubungan yang pernah dijalani.
Namun, bagi sebagian orang, menjaga jarak di media sosial justru menjadi bentuk perlindungan terhadap diri sendiri agar dapat pulih dengan lebih sehat.
Dirangkum dari laman Your Tango, berikut tujuh alasan mengapa menghapus pertemanan dengan mantan bisa menjadi keputusan yang tepat menurut sudut pandang psikologi hubungan.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
