Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juli 2026 | 22.55 WIB

Raditya Dika dan dr. Elvin Gunawan Bahas Kesehatan Mental: Kupas Tuntas Fakta Kesehatan Mental yang Masih Sering Disalahpahami

Ilustrasi gambar dari pinterest @sparkle buds

 

 
JawaPos.com - Persoalan mengenai kesehatan mental kini semakin terbuka, tetapi stigma di masyarakat masih belum sepenuhnya hilang.
 
Dalam podcast bersama Raditya Dika, psikiater dr. Elvin Gunawan mengajak publik memahami bahwa gangguan mental bukanlah hal yang memalukan, melainkan kondisi kesehatan yang dapat dialami siapa saja. 
 
Melalui diskusi yang hangat dan mudah dipahami, keduanya membahas berbagai isu penting, mulai dari depresi, skizofrenia, hingga pola asuh anak.
 
Salah satu pesan yang paling ditekankan adalah perubahan cara pandang terhadap gangguan jiwa.
 
Menurut dr. Elvin, istilah "orang gila" sudah saatnya ditinggalkan karena tidak mencerminkan kondisi medis yang sebenarnya.
 
Gangguan mental memiliki banyak bentuk dan tingkat keparahan, mulai dari skizofrenia yang membutuhkan penanganan intensif hingga depresi, gangguan kecemasan, dan psikosomatik yang lebih sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
 
Dr. Elvin menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi psikologis.
 
Faktor biologis, lingkungan sosial, budaya, hingga spiritual saling berkaitan dalam membentuk kondisi mental seseorang.
 
Hal-hal yang sering dianggap sepele, seperti kurang tidur, pola makan yang buruk, berat badan yang tidak terjaga, hingga kebiasaan begadang, ternyata juga dapat memengaruhi fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan mental.
 
Topik yang tak kalah menarik adalah pembahasan mengenai Narcissistic Personality Disorder (NPD).
 
Dr. Elvin menguraikan bagaimana seseorang dengan kecenderungan narsistik sering kali membangun hubungan yang manipulatif, sulit menerima kritik, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian.
 
Memahami pola tersebut bukan untuk memberi label kepada orang lain, melainkan agar masyarakat mampu mengenali hubungan yang tidak sehat dan menjaga batasan yang baik.
 
Dalam pembahasan tentang parenting, dr. Elvin menekankan bahwa kecerdasan emosional perlu dilatih sejak anak masih kecil.
 
Orang tua dianjurkan mengenalkan berbagai jenis emosi melalui media seperti roda emosi, mengajarkan cara menyelesaikan konflik, serta tidak selalu menuruti keinginan anak.
 
Dengan begitu, anak belajar bertanggung jawab, memiliki empati, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan tanpa bergantung pada manipulasi.
 
Selain itu, anak juga perlu dibekali berbagai skill kehidupan yang akan berguna saat dewasa.
 
Membiarkan anak mengalami kegagalan, belajar dari kesalahan, dan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri justru menjadi bekal penting agar mereka tumbuh lebih tangguh dalam menghadapi realitas kehidupan.
 
Di sisi lain, stigma terhadap psikiater masih menjadi tantangan besar. Banyak orang merasa takut dicap mengalami gangguan jiwa ketika memutuskan berkonsultasi dengan tenaga profesional.
 
Padahal, memeriksakan kesehatan mental tidak berbeda dengan memeriksakan kondisi tubuh ketika sedang sakit. Semakin cepat mendapatkan bantuan, semakin besar pula peluang untuk pulih.
 
Menutup perbincangan, dr. Elvin mengingatkan agar masyarakat tidak mudah melakukan self-diagnose hanya berdasarkan informasi di internet atau media sosial.
 
Jika muncul gejala yang mengganggu aktivitas dan berlangsung dalam waktu lama, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater adalah langkah paling bijak.
 
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan kualitas hidup di masa depan.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore