Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 22.59 WIB

7 Alasan Mengapa Tidak Tahu Sama Sekali Lebih Baik bagi Pikiran dan Kesehatan Mental

seseorang yang tidak tahu banyak hal yang tidak perlu./Magnific/user25451090 - Image

seseorang yang tidak tahu banyak hal yang tidak perlu./Magnific/user25451090

JawaPos.com - Di zaman ketika hampir semua informasi bisa ditemukan hanya dalam hitungan detik, mengetahui segala sesuatu tidak selalu membuat hidup menjadi lebih baik.

Kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain, membaca komentar orang tentang diri kita, mengikuti kehidupan orang lain di media sosial, mencari tahu berbagai kemungkinan buruk tentang masa depan, bahkan terus-menerus mencari informasi tentang sesuatu yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan kita.

Sekilas, pengetahuan sebanyak mungkin terlihat seperti sebuah keuntungan. Namun, dari sudut pandang psikologi, ada kondisi ketika tidak tahu justru lebih sehat daripada tahu.

Tentu saja, "tidak tahu sama sekali" di sini bukan berarti seseorang harus menjadi tidak peduli, menolak pendidikan, atau sengaja mengabaikan fakta penting. Maksudnya adalah tidak mengetahui informasi yang tidak relevan, tidak perlu, atau tidak dapat kita kendalikan.

Kemampuan untuk berkata, "Saya tidak perlu tahu semuanya" dapat menjadi bentuk perlindungan psikologis. Pikiran manusia memiliki kapasitas terbatas. Semakin banyak informasi yang masuk, semakin banyak pula hal yang harus diproses, dibandingkan, dinilai, dikhawatirkan, dan diingat.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (18/8), terdapat tujuh alasan mengapa ketidaktahuan terhadap hal-hal tertentu justru dapat memberikan manfaat bagi pikiran dan kesehatan mental.

1. Tidak Tahu Mengurangi Overthinking

Salah satu alasan terbesar mengapa ketidaktahuan terkadang terasa lebih menenangkan adalah karena informasi dapat menjadi bahan bakar bagi overthinking.

Ketika kita mengetahui sesuatu, pikiran manusia cenderung tidak berhenti pada fakta tersebut. Kita mulai membuat interpretasi.

Misalnya, seseorang mengetahui bahwa temannya sedang berkumpul tanpa dirinya. Informasi tersebut sebenarnya sederhana. Namun, pikiran dapat mulai membuat berbagai kemungkinan:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore