
ilustrasi orang yang kelelahan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Burnout bukan hanya istilah yang terkenal di media sosial, hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan kesejahteraan siapa pun.
Dari pekerjaan korporat hingga pekerjaan sampingan, banyak orang menghadapi burnout dan kelelahan di usia yang terlalu muda.
Memahami tanda-tanda awal burnout akan membantu Anda mencegah kelelahan sejak dini dan mengurangi keletihan.
Dilansir English jagran, berikut lima tanda yang menunjukkan perlunya istirahat untuk kesehatan mental.
1. Merasa lelah terus-menerus meski cukup tidur
Jika Anda merasa terus-menerus lelah meskipun sudah cukup tidur, itu seharusnya menjadi tanda kelelahan mental.
Meskipun kelelahan adalah kurangnya energi, burnout dapat menyebabkan bangun tidur dengan perasaan lemas, mengalami penurunan energi di siang hari yang tidak dapat diatasi, dan penurunan fungsi kognitif.
Beberapa orang terbiasa mengandalkan kafein atau tidur siang singkat, inilah saatnya untuk mengisi ulang energi mental.
2. Mati rasa atau mudah tersinggung
Biasanya, burnout bermanifestasi dalam bentuk kurangnya emosi.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
