
Ilustrasi treatment kesehatan kulit wajah. (Freepik (@lookstudio),)
JawaPos.com - Di tengah aktivitas harian yang semakin padat, masyarakat urban mulai mengubah cara mereka merawat kulit wajah. Facial yang dulu identik dengan perawatan menjelang acara penting atau saat kulit bermasalah, kini perlahan berubah menjadi bagian dari rutinitas menjaga kesehatan kulit.
Perubahan ini dipicu meningkatnya kesadaran bahwa perawatan wajah tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga membantu menjaga kebersihan kulit, mengurangi penumpukan kotoran dan minyak. Selain itu, membuat wajah terasa lebih segar di tengah paparan polusi dan stres harian.
Seiring perubahan gaya hidup tersebut, konsumen kini lebih menyukai treatment yang praktis, memiliki durasi jelas, tanpa downtime, dan mudah dilakukan secara rutin. Tren itu juga terjadi di tengah pertumbuhan industri kecantikan Indonesia yang terus meningkat.
Kantar mencatat kategori beauty tumbuh 16 persen secara tahunan dan berkembang empat kali lebih cepat dibandingkan kategori FMCG secara keseluruhan. Laporan yang sama menunjukkan konsumen semakin memberi perhatian pada skincare, at-home treatment, dan wellness.
Banyak orang kini melihat facial bukan lagi sekadar treatment sesekali, melainkan bagian dari perawatan kulit jangka panjang. Facial rutin dinilai membantu membersihkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, sekaligus menjaga kondisi kulit tetap terawat di tengah paparan debu, polusi, dan penggunaan makeup sehari-hari.
Selain manfaat untuk kesehatan kulit, konsumen juga mempertimbangkan efisiensi waktu. Mereka cenderung memilih treatment yang singkat namun tetap terasa hasilnya. Ekspektasi konsumen pun semakin jelas: durasi pasti, harga transparan, serta pengalaman treatment yang tidak bertele-tele.
Baca Juga:Orang yang Rajin Menabung Biasanya Menghindari 8 Kesalahan Kecil Ini dalam Kehidupan Sehari-hari
Selain itu, kebiasaan merawat kulit juga semakin kuat di kalangan generasi muda. Survei Populix terhadap 1.100 milenial dan Gen Z menunjukkan 59 persen responden membeli skincare setiap satu hingga tiga bulan.
Produk yang paling sering dibeli meliputi cleanser 63 persen, sunscreen 54 persen, moisturizer 51 persen, dan serum 33 persen. Data ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan kulit kini semakin dekat dengan kebiasaan sehari-hari, bukan lagi aktivitas yang dilakukan hanya ketika muncul masalah kulit tertentu.
Di sisi lain, kebutuhan kulit juga dinilai bisa berubah setiap hari. Faktor cuaca, stres, pola makan, hingga siklus hormonal dapat memengaruhi kondisi kulit sehingga treatment yang fleksibel dan personal semakin diminati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
