
Ilustrasi burnout/freepik
JawaPos.com - Masih di awal hari tapi tubuh sudah terasa berat. Pekerjaan yang dulu terasa bermakna sekarang terasa seperti beban yang tidak ada habisnya. Dan yang paling melelahkan, kamu terus memaksakan diri sambil berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Kalau kondisi ini terasa sangat familiar, bukan berarti kamu lemah atau tidak cukup berusaha. Burnout di usia 20-an adalah sindrom nyata yang diakui WHO, dan generasi ini menghadapinya dalam tekanan yang tidak pernah dialami generasi sebelumnya.
Apa Itu Burnout dan Kenapa Usia 20-an Paling Rentan?
Burnout adalah sindrom akibat stres kronis yang tidak dikelola dengan baik, ditandai dengan kelelahan emosional yang dalam, menurunnya efektivitas kerja, dan perasaan sinisme atau jarak terhadap hal-hal yang dulu terasa penting.
Baca Juga: Cadangan Devisa USD 114 Miliar, Gubernur BI: Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
Ini bukan sekadar kelelahan biasa yang bisa diatasi dengan tidur lebih lama atau liburan singkat. Usia 20-an adalah fase transisi terbesar dalam hidup seseorang.
Dalam rentang waktu yang sangat singkat, seseorang dituntut menyelesaikan pendidikan, membangun karier, mandiri secara finansial, menjaga hubungan sosial, dan sekaligus mencari tahu siapa dirinya sebenarnya.
Semua itu terjadi bersamaan, tanpa jeda, dan di bawah tekanan ekspektasi yang datang dari segala arah.
Penyebab Utama Burnout di Usia 20-an
Generasi ini tumbuh dalam lingkungan yang mengagungkan kesibukan. Produktivitas bukan lagi sekadar nilai, tapi identitas. Tidak aktif dianggap tidak ambisius, dan tidak berkembang dianggap mundur.
Batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan semakin kabur, terutama dengan sistem kerja remote dan komunikasi digital yang membuat seseorang bisa dihubungi kapan saja. Pikiran tidak pernah benar-benar berhenti meski tubuh sudah lama tidak berada di tempat kerja.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
