Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 18.50 WIB

Jika Anda Membenci Panggilan Telepon Tetapi Menyukai Percakapan Mendalam, Anda Mungkin Memiliki 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membenci panggilan telepon (Magnific/freepik) - Image

seseorang yang membenci panggilan telepon (Magnific/freepik)


JawaPos.com - Jika Anda termasuk orang yang merasa tidak nyaman saat menerima panggilan telepon, tetapi justru sangat menikmati percakapan mendalam—terutama secara tertulis atau dalam situasi yang tenang—Anda tidak sendirian. Dalam psikologi modern, preferensi komunikasi seperti ini sering dikaitkan dengan kombinasi sifat kepribadian, gaya kognitif, dan cara seseorang memproses stimulasi sosial.

Penting untuk dicatat bahwa ini bukan “tes kepribadian resmi” atau diagnosis, melainkan pola-pola umum yang sering ditemukan dalam penelitian psikologi kepribadian, komunikasi, dan neuropsikologi sosial.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 kecenderungan kepribadian yang sering dimiliki oleh orang dengan preferensi seperti itu.

1. Introversi (Introversion yang Sehat)

Salah satu penjelasan paling umum adalah kecenderungan introversi. Orang introvert biasanya:

Lebih nyaman dengan interaksi yang terstruktur atau satu lawan satu
Cepat merasa lelah dengan stimulasi sosial yang tiba-tiba
Lebih suka waktu untuk berpikir sebelum merespons

Panggilan telepon sering dianggap “mengganggu” karena bersifat spontan, tidak bisa dipersiapkan, dan menuntut respons cepat. Sebaliknya, percakapan mendalam memberi ruang untuk berpikir dan mengekspresikan diri dengan lebih teratur.

2. Pemrosesan Kognitif Mendalam (Deep Processing)

Beberapa orang memiliki gaya berpikir yang disebut deep processing, yaitu kecenderungan untuk:

Menganalisis informasi secara detail
Mempertimbangkan banyak sudut pandang sebelum menjawab
Lebih nyaman dengan komunikasi yang tidak terburu-buru

Percakapan telepon sering terasa terlalu cepat bagi tipe ini. Mereka lebih menyukai teks, pesan, atau percakapan langsung yang tidak terburu-buru karena memungkinkan refleksi yang lebih dalam.

3. Tingkat Kecemasan Sosial Ringan

Tidak selalu berarti gangguan, tetapi sebagian orang memiliki:

Kekhawatiran tentang “cara mereka terdengar” saat berbicara
Ketidaknyamanan terhadap interaksi spontan tanpa visual
Rasa tidak siap saat harus langsung merespons

Dalam psikologi sosial, ini bisa membuat panggilan telepon terasa menekan karena tidak ada waktu untuk “menyusun jawaban sempurna”.

4. Highly Sensitive Person (HSP)

Orang dengan sensitivitas tinggi cenderung:

Lebih peka terhadap suara, nada, dan emosi
Mudah kewalahan oleh stimulasi mendadak
Lebih menyukai komunikasi yang tenang dan terkontrol

Panggilan telepon bisa terasa intens karena kombinasi suara, tekanan waktu, dan kebutuhan respons cepat. Sebaliknya, percakapan mendalam dalam format teks atau tatap muka yang tenang terasa lebih nyaman.

5. Preferensi Kontrol dalam Komunikasi

Beberapa orang secara alami lebih menyukai kontrol dalam interaksi sosial, misalnya:

Bisa memilih waktu untuk merespons
Bisa mengedit atau merapikan pesan
Tidak merasa “terjebak” dalam percakapan yang tidak bisa dihentikan tiba-tiba

Panggilan telepon mengurangi kontrol ini, sementara percakapan tertulis memberi rasa aman karena bisa diproses sesuai ritme pribadi.

6. Gaya Keterikatan yang Lebih Mandiri (Avoidant Attachment Traits Ringan)

Dalam teori attachment, beberapa orang menunjukkan kecenderungan:

Menjaga jarak emosional dalam interaksi spontan
Lebih nyaman mengekspresikan diri secara tidak langsung
Menghindari situasi yang terasa terlalu intens secara emosional secara mendadak

Ini tidak selalu berarti masalah psikologis. Sering kali ini hanyalah strategi adaptif untuk menjaga kenyamanan emosional.

7. Kecenderungan pada Percakapan Bermakna (Meaning-Oriented Communicator)

Ada tipe orang yang tidak menyukai “small talk” atau percakapan cepat yang dangkal. Mereka:

Lebih menikmati diskusi tentang ide, perasaan, atau makna
Tidak tertarik pada percakapan spontan tanpa tujuan
Lebih ekspresif dalam komunikasi yang mendalam dan reflektif

Panggilan telepon sering berisi percakapan ringan yang tidak terstruktur, sementara percakapan mendalam lebih mudah terjadi lewat teks atau diskusi yang direncanakan.

Kesimpulan: Bukan Masalah, Hanya Gaya Komunikasi

Tidak menyukai panggilan telepon bukanlah tanda bahwa ada yang “salah” dengan Anda. Dalam banyak kasus, itu hanya menunjukkan bagaimana otak Anda:

Memproses informasi
Mengatur energi sosial
Memilih cara berkomunikasi yang paling nyaman

Yang lebih penting adalah menemukan keseimbangan: tetap mampu beradaptasi saat diperlukan, sambil menghormati gaya komunikasi alami Anda sendiri.

Jika Anda lebih berkembang dalam percakapan mendalam daripada obrolan cepat lewat telepon, itu bisa menjadi kekuatan—bukan kelemahan—terutama dalam hubungan yang membutuhkan pemahaman, empati, dan pemikiran yang lebih dalam.
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore