Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 22.02 WIB

Jika Anda Ingin Memperkuat Pikiran Seiring Bertambahnya Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memperkuat pikiran seiring bertambahnya usia. (Magnific/Wiroj Sidhisoradej) - Image

seseorang yang memperkuat pikiran seiring bertambahnya usia. (Magnific/Wiroj Sidhisoradej)

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai lebih memperhatikan kesehatan fisik—olahraga, pola makan, dan istirahat. Namun, sering kali kita lupa bahwa kesehatan mental dan kekuatan pikiran juga membutuhkan perhatian yang sama. Pikiran yang tajam, fleksibel, dan resilien bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari kebiasaan sehari-hari yang kita bangun dan pelihara.

Psikologi modern menunjukkan bahwa ada beberapa kebiasaan yang diam-diam melemahkan kemampuan kognitif, mempercepat penurunan mental, dan membuat kita lebih rentan terhadap stres serta kecemasan.

Dilansir dari Expert Editor, jika Anda ingin tetap tajam secara mental hingga usia lanjut, berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya Anda tinggalkan mulai sekarang.

1. Terlalu Sering Multitasking

Banyak orang menganggap multitasking sebagai tanda produktivitas tinggi. Padahal, penelitian psikologi menunjukkan sebaliknya. Otak manusia tidak dirancang untuk fokus pada banyak hal sekaligus. Ketika Anda berpindah-pindah tugas, otak sebenarnya sedang “beralih” dengan cepat, yang justru menguras energi mental.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat. Untuk memperkuat pikiran, biasakan fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Ini melatih otak untuk bekerja lebih dalam dan efisien.

2. Kurang Tidur Secara Konsisten

Tidur bukan sekadar istirahat, tetapi proses penting bagi otak untuk memperbaiki diri. Selama tidur, otak membersihkan racun, memperkuat koneksi saraf, dan menyimpan memori.

Kurang tidur secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, kesulitan fokus, dan bahkan meningkatkan risiko gangguan neurodegeneratif. Jika Anda ingin menjaga ketajaman pikiran, prioritaskan tidur berkualitas 7–8 jam setiap malam.

3. Menghindari Tantangan Mental

Otak seperti otot—semakin sering digunakan, semakin kuat. Kebiasaan menghindari tantangan mental, seperti belajar hal baru atau memecahkan masalah, dapat membuat kemampuan berpikir menurun lebih cepat.

Banyak orang merasa nyaman dengan rutinitas yang sama setiap hari. Namun, tanpa stimulasi baru, otak menjadi “malas”. Cobalah membaca buku baru, belajar bahasa asing, bermain teka-teki, atau mencoba keterampilan baru untuk menjaga otak tetap aktif.

4. Terlalu Banyak Konsumsi Informasi Pasif

Scrolling media sosial selama berjam-jam mungkin terasa santai, tetapi sebenarnya dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis. Konsumsi informasi yang pasif membuat otak hanya menerima, tanpa menganalisis atau memproses secara mendalam.

Psikologi menyarankan untuk lebih selektif dalam mengonsumsi informasi. Gantilah sebagian waktu scrolling dengan aktivitas yang lebih aktif secara mental, seperti menulis, berdiskusi, atau membaca secara reflektif.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore