Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 02.23 WIB

Orang yang Tidak Pernah Menjadi Anak Kesayangan Sering Mengembangkan 10 Sifat Ini di Kemudian Hari Menurut Psikologi

seseorang yang tidak pernah menjadi anak kesayangan(Magnific/marymarkevich) - Image

seseorang yang tidak pernah menjadi anak kesayangan(Magnific/marymarkevich)

JawaPos.com - Dalam dinamika keluarga, tidak semua anak merasakan posisi yang sama. Ada yang tumbuh sebagai “anak kesayangan”, sementara yang lain merasa terabaikan, dibandingkan, atau kurang mendapatkan perhatian emosional. Pengalaman ini, terutama jika berlangsung lama, dapat membentuk pola kepribadian tertentu hingga dewasa.

Menurut berbagai kajian dalam psikologi perkembangan dan hubungan keluarga, anak yang tidak pernah merasa menjadi “favorit” sering mengembangkan mekanisme adaptasi tertentu. Mekanisme ini tidak selalu buruk—bahkan beberapa justru menjadi kekuatan—namun tetap berakar dari pengalaman emosional yang kompleks.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 sifat yang sering berkembang:

1. Mandiri Secara Berlebihan

Karena terbiasa tidak diandalkan atau tidak mendapat dukungan, mereka belajar mengandalkan diri sendiri sejak dini.
Di satu sisi, ini membuat mereka tangguh. Namun di sisi lain, mereka bisa kesulitan meminta bantuan, bahkan saat benar-benar membutuhkannya.

2. Sulit Mempercayai Orang Lain

Kurangnya rasa aman emosional di masa kecil dapat membuat mereka tumbuh dengan kewaspadaan tinggi.
Mereka cenderung berpikir: “Kalau orang terdekat saja tidak sepenuhnya ada untukku, bagaimana dengan orang lain?”

3. Sangat Sensitif terhadap Penolakan

Pengalaman merasa “kurang dipilih” dapat membuat mereka lebih peka terhadap tanda-tanda penolakan, sekecil apa pun.
Kadang mereka membaca situasi secara berlebihan, bahkan ketika tidak ada niat buruk.

4. Perfeksionisme

Banyak dari mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus “lebih baik” untuk mendapatkan perhatian atau pengakuan.
Akibatnya, mereka menetapkan standar tinggi pada diri sendiri dan sulit merasa puas.

5. Haus Validasi

Karena kurang mendapat pengakuan di masa kecil, mereka sering mencari validasi dari luar saat dewasa.
Pujian, penerimaan, dan pengakuan menjadi sangat penting bagi rasa harga diri mereka.

6. Empati yang Tinggi

Ini salah satu sisi positif yang sering muncul.
Karena pernah merasa diabaikan, mereka lebih peka terhadap perasaan orang lain dan cenderung menjadi pendengar yang baik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore