Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 22.49 WIB

Tidak Lagi Membutuhkan 9 Hal Ini untuk Merasa Bahagia? Anda Telah Mencapai Kedamaian Batin Sejati Menurut Psikologi

seseorang yang mencapai kedamaian batin./Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang mencapai kedamaian batin./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, banyak orang menghabiskan hidupnya untuk mengejar sesuatu yang diyakini dapat membawa kebahagiaan. Ada yang mengejar pengakuan, kekayaan, perhatian, validasi, bahkan hubungan yang sempurna. Namun ironisnya, semakin banyak hal yang dikejar, semakin sulit seseorang merasa tenang.

Psikologi modern menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati justru sering muncul ketika seseorang berhenti bergantung pada hal-hal eksternal untuk merasa utuh. Kedamaian batin bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk tetap stabil secara emosional meskipun keadaan tidak selalu ideal.

Orang yang benar-benar damai tidak lagi menggantungkan harga dirinya pada dunia luar. Mereka tidak harus memiliki segalanya untuk merasa cukup. Ada ketenangan yang muncul dari dalam diri.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (24/5), terdapat 9 hal yang biasanya tidak lagi dibutuhkan seseorang ketika ia telah mencapai kedamaian batin sejati menurut psikologi.

1. Tidak Lagi Membutuhkan Validasi dari Semua Orang

Salah satu tanda paling jelas dari kedamaian batin adalah ketika seseorang tidak lagi hidup demi persetujuan orang lain.

Banyak orang tanpa sadar mengukur nilai dirinya dari pujian, komentar positif, atau penerimaan sosial. Mereka merasa bahagia ketika dipuji, tetapi mudah hancur ketika dikritik. Akibatnya, hidup menjadi penuh kecemasan karena terus berusaha memenuhi ekspektasi semua orang.

Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan “external validation dependency” atau ketergantungan terhadap validasi eksternal. Ketika seseorang terlalu bergantung pada penilaian luar, kestabilan emosinya menjadi rapuh.

Sebaliknya, orang yang damai secara batin memahami bahwa tidak semua orang harus menyukai mereka. Mereka tetap bisa menghargai masukan, tetapi tidak menjadikan opini orang lain sebagai pusat identitas diri.

Mereka tahu siapa diri mereka tanpa harus terus-menerus membuktikannya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore