Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.13 WIB

Jika Ingin Pasangan Anda Membanggakan Anda kepada Teman-Temannya, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang dibanggakan pasangannya / foto: Magnific/lookstudio - Image

seseorang yang dibanggakan pasangannya / foto: Magnific/lookstudio

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, setiap orang tentu ingin dihargai dan dibanggakan oleh pasangannya. Tidak sedikit orang yang merasa bahagia ketika mengetahui bahwa pasangan mereka menceritakan hal-hal positif tentang dirinya kepada teman-teman atau keluarganya.

Namun, rasa bangga dalam hubungan tidak muncul begitu saja. Psikologi menunjukkan bahwa cara seseorang bersikap dan memperlakukan pasangannya memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana ia dipandang, baik di dalam maupun di luar hubungan.

Menariknya, sering kali bukan kurangnya kualitas positif yang membuat seseorang sulit dibanggakan, melainkan adanya kebiasaan-kebiasaan tertentu yang perlahan mengikis rasa hormat dan kekaguman pasangan.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), jika Anda ingin pasangan Anda dengan tulus membanggakan Anda kepada orang lain, mungkin sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada delapan perilaku berikut.

1. Terlalu Sering Mengkritik dan Menyalahkan

Tidak ada hubungan yang sempurna. Setiap pasangan pasti pernah melakukan kesalahan.

Namun, ketika kritik menjadi kebiasaan sehari-hari, hubungan bisa berubah menjadi lingkungan yang penuh tekanan. Menurut psikologi hubungan, kritik yang berlebihan sering kali membuat seseorang merasa tidak dihargai dan tidak cukup baik.

Alih-alih fokus pada solusi, orang yang gemar mengkritik cenderung terus menyoroti kekurangan pasangannya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi rasa hormat dan kedekatan emosional.

Pasangan biasanya lebih bangga kepada seseorang yang mampu memberikan dukungan, masukan yang konstruktif, dan pengertian ketika masalah muncul.

2. Bersikap Tidak Konsisten

Kepercayaan dibangun melalui konsistensi.

Ketika perkataan dan tindakan seseorang sering bertentangan, pasangan akan kesulitan merasa aman secara emosional. Misalnya, berjanji melakukan sesuatu tetapi berulang kali mengingkarinya, atau menunjukkan perhatian hanya ketika sedang ingin.

Psikologi menyebut konsistensi sebagai salah satu fondasi utama kepercayaan. Orang yang dapat diandalkan cenderung lebih dihormati dan dihargai.

Jika Anda ingin menjadi sosok yang dibanggakan, usahakan agar tindakan Anda selaras dengan apa yang Anda katakan.

3. Tidak Mampu Mengendalikan Emosi

Setiap orang memiliki emosi. Namun, cara mengelola emosi adalah hal yang membedakan hubungan yang sehat dan yang penuh konflik.

Ledakan amarah, perilaku impulsif, atau kecenderungan bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil dapat membuat pasangan merasa lelah secara mental.

Menurut penelitian psikologi, kecerdasan emosional memiliki peran besar dalam kualitas hubungan jangka panjang. Orang yang mampu menenangkan diri sebelum bereaksi biasanya lebih dihormati dan dipercaya.

Mengendalikan emosi bukan berarti menekan perasaan, melainkan mengekspresikannya dengan cara yang sehat dan dewasa.

4. Kurang Menghargai Pasangan

Rasa dihargai merupakan kebutuhan emosional yang mendasar.

Ketika seseorang jarang mengucapkan terima kasih, menganggap usaha pasangan sebagai hal biasa, atau tidak pernah menunjukkan apresiasi, hubungan bisa terasa hambar.

Psikologi positif menunjukkan bahwa ungkapan penghargaan sederhana dapat memperkuat ikatan emosional dan meningkatkan kepuasan hubungan.

Pasangan cenderung bangga kepada seseorang yang mampu melihat dan menghargai hal-hal kecil yang mereka lakukan setiap hari.

5. Selalu Ingin Menang dalam Perdebatan

Dalam hubungan yang sehat, tujuan utama bukanlah memenangkan argumen, melainkan menemukan solusi bersama.

Sayangnya, sebagian orang memperlakukan setiap perbedaan pendapat sebagai kompetisi yang harus dimenangkan. Mereka berusaha membuktikan bahwa dirinya benar dan pasangannya salah.

Sikap seperti ini sering membuat pasangan merasa tidak didengarkan dan tidak dihormati.

Psikologi hubungan menekankan pentingnya empati dan kemampuan memahami sudut pandang orang lain. Ketika seseorang lebih fokus pada pemahaman daripada kemenangan, hubungan biasanya menjadi lebih harmonis.

6. Kurang Bertanggung Jawab atas Kesalahan

Semua orang pernah melakukan kesalahan.

Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang selalu mencari alasan, menyalahkan keadaan, atau melempar tanggung jawab kepada orang lain.

Kemampuan mengakui kesalahan menunjukkan kedewasaan emosional. Sebaliknya, sikap defensif yang berlebihan dapat merusak kepercayaan dan rasa hormat dalam hubungan.

Pasangan umumnya lebih menghargai seseorang yang berani berkata, "Saya salah" dan berusaha memperbaiki keadaan daripada seseorang yang terus mencari pembenaran.

7. Bersikap Egois dan Hanya Memikirkan Diri Sendiri

Hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan bersama.

Jika seseorang selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas utama tanpa mempertimbangkan perasaan pasangannya, hubungan bisa menjadi tidak seimbang.

Psikologi menunjukkan bahwa perilaku prososial, seperti perhatian, kepedulian, dan kesediaan berkorban dalam batas yang sehat, berkontribusi besar terhadap kepuasan hubungan.

Pasangan biasanya merasa bangga ketika memiliki seseorang yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan orang-orang di sekitarnya.

8. Tidak Memiliki Integritas

Integritas adalah kesesuaian antara nilai, perkataan, dan tindakan.

Berbohong, menyembunyikan hal-hal penting, atau menunjukkan perilaku yang berbeda di depan orang lain dapat merusak kepercayaan secara perlahan.

Dalam psikologi, integritas sering dikaitkan dengan karakter yang kuat dan hubungan yang stabil. Orang yang jujur dan dapat dipercaya cenderung mendapatkan rasa hormat yang lebih tinggi dari pasangan maupun lingkungan sosialnya.

Ketika pasangan merasa yakin terhadap karakter Anda, mereka akan lebih nyaman dan bangga memperkenalkan Anda kepada teman-teman, keluarga, dan orang-orang penting dalam hidup mereka.

Penutup

Menjadi sosok yang dibanggakan pasangan bukanlah tentang menjadi sempurna. Tidak ada manusia yang bebas dari kekurangan atau kesalahan.

Sebaliknya, hal itu lebih berkaitan dengan bagaimana Anda memperlakukan pasangan, mengelola emosi, bertanggung jawab atas tindakan, dan menunjukkan karakter yang dapat dipercaya.

Dengan meninggalkan delapan perilaku di atas, Anda tidak hanya meningkatkan kualitas hubungan, tetapi juga membangun rasa hormat, kepercayaan, dan kekaguman yang lebih dalam. Dan ketika hal itu terjadi, pasangan Anda tidak perlu dipaksa untuk membanggakan Anda kepada teman-temannya—mereka akan melakukannya secara alami karena benar-benar menghargai siapa diri Anda.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore