
seseorang yang selalu membeli status. (Freepik/jcomp)
JawaPos.com - Di era media sosial dan budaya konsumsi yang semakin kompetitif, banyak orang merasa terdorong untuk “terlihat sukses” daripada benar-benar membangun kestabilan finansial yang nyata. Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai status signaling—usaha untuk menunjukkan status sosial melalui simbol-simbol eksternal, seperti barang mewah atau gaya hidup tertentu.
Namun, penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang benar-benar kaya cenderung lebih tenang dan tidak terlalu fokus pada validasi eksternal. Sebaliknya, mereka yang sering membual tentang apa yang mereka miliki justru bisa jadi sedang berusaha menutupi ketidakamanan finansial atau emosional.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 jenis “pembelian status” yang sering dibanggakan, tetapi justru bisa menjadi tanda bahwa seseorang tidak sekaya yang mereka klaim.
1. Mobil Mewah yang Dipaksakan
Mobil adalah simbol status klasik. Namun, banyak orang membeli mobil mewah bukan karena mampu, tetapi karena ingin terlihat sukses.
Secara psikologis, ini sering terkait dengan compensatory consumption—ketika seseorang membeli sesuatu untuk menutupi rasa kurang percaya diri. Mereka mungkin memiliki cicilan besar, bahkan melebihi kemampuan finansial mereka, hanya demi menjaga citra.
Orang yang benar-benar kaya seringkali justru memilih kendaraan yang fungsional dan tidak mencolok.
2. Barang Bermerek dengan Logo Besar
Tas, sepatu, atau pakaian dengan logo besar sering dijadikan alat untuk menunjukkan status. Namun, studi menunjukkan bahwa orang yang lebih mapan secara finansial cenderung memilih barang berkualitas tinggi yang tidak terlalu mencolok.
Membual tentang merek sering kali bukan tentang kualitas, tetapi tentang pengakuan sosial.
3. Liburan Mewah yang Terlihat “Sempurna”
Mengunggah foto liburan di tempat eksotis memang menyenangkan. Tapi jika seseorang terus-menerus membual tentang hotel mahal atau tiket kelas bisnis, itu bisa jadi tanda bahwa mereka mengejar validasi.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kebutuhan akan external validation. Mereka ingin orang lain melihat mereka sebagai sukses, bukan sekadar menikmati pengalaman tersebut.
4. Gadget Terbaru Setiap Saat
Selalu memiliki ponsel atau perangkat terbaru bisa menjadi bentuk lain dari pembelian status.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022