Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 April 2026 | 23.49 WIB

Jika Seseorang Membual tentang 8 “Pembelian Status” Ini, Kemungkinan Besar Mereka Tidak Sekaya yang Ingin Mereka Tunjukkan kepada Anda Menurut Psikologi

seseorang yang selalu membeli status. (Freepik/jcomp) - Image

seseorang yang selalu membeli status. (Freepik/jcomp)


JawaPos.com - Di era media sosial dan budaya konsumsi yang semakin kompetitif, banyak orang merasa terdorong untuk “terlihat sukses” daripada benar-benar membangun kestabilan finansial yang nyata. Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai status signaling—usaha untuk menunjukkan status sosial melalui simbol-simbol eksternal, seperti barang mewah atau gaya hidup tertentu.

Namun, penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang benar-benar kaya cenderung lebih tenang dan tidak terlalu fokus pada validasi eksternal. Sebaliknya, mereka yang sering membual tentang apa yang mereka miliki justru bisa jadi sedang berusaha menutupi ketidakamanan finansial atau emosional.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 jenis “pembelian status” yang sering dibanggakan, tetapi justru bisa menjadi tanda bahwa seseorang tidak sekaya yang mereka klaim.

1. Mobil Mewah yang Dipaksakan

Mobil adalah simbol status klasik. Namun, banyak orang membeli mobil mewah bukan karena mampu, tetapi karena ingin terlihat sukses.

Secara psikologis, ini sering terkait dengan compensatory consumption—ketika seseorang membeli sesuatu untuk menutupi rasa kurang percaya diri. Mereka mungkin memiliki cicilan besar, bahkan melebihi kemampuan finansial mereka, hanya demi menjaga citra.

Orang yang benar-benar kaya seringkali justru memilih kendaraan yang fungsional dan tidak mencolok.

2. Barang Bermerek dengan Logo Besar

Tas, sepatu, atau pakaian dengan logo besar sering dijadikan alat untuk menunjukkan status. Namun, studi menunjukkan bahwa orang yang lebih mapan secara finansial cenderung memilih barang berkualitas tinggi yang tidak terlalu mencolok.

Membual tentang merek sering kali bukan tentang kualitas, tetapi tentang pengakuan sosial.

3. Liburan Mewah yang Terlihat “Sempurna”

Mengunggah foto liburan di tempat eksotis memang menyenangkan. Tapi jika seseorang terus-menerus membual tentang hotel mahal atau tiket kelas bisnis, itu bisa jadi tanda bahwa mereka mengejar validasi.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kebutuhan akan external validation. Mereka ingin orang lain melihat mereka sebagai sukses, bukan sekadar menikmati pengalaman tersebut.

4. Gadget Terbaru Setiap Saat

Selalu memiliki ponsel atau perangkat terbaru bisa menjadi bentuk lain dari pembelian status.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore