Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 18.51 WIB

Orang yang Semakin Ramah Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mempraktikkan 7 Kebiasaan Menghargai Diri Sendiri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang semakin ramah seiring bertambahnya usia. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang semakin ramah seiring bertambahnya usia. (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengalami perubahan yang cukup menarik dalam cara mereka memandang hidup. Jika dulu mudah tersinggung, reaktif, atau keras pada diri sendiri, kini mereka justru menjadi lebih tenang, ramah, dan penuh pengertian—baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.

Perubahan ini bukan terjadi begitu saja. Dalam perspektif psikologi, salah satu faktor utama yang membuat seseorang menjadi lebih hangat dan ramah adalah kemampuan untuk menghargai diri sendiri secara sehat. Ketika seseorang berdamai dengan dirinya, ia tidak lagi merasa perlu membuktikan sesuatu atau bereaksi berlebihan terhadap dunia luar.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 kebiasaan menghargai diri sendiri yang sering dipraktikkan oleh orang-orang yang semakin ramah seiring bertambahnya usia.

1. Tidak Lagi Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Salah satu perubahan terbesar adalah cara berbicara kepada diri sendiri. Orang yang lebih dewasa secara emosional memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari hidup.

Alih-alih berkata, “Aku gagal lagi, aku memang tidak bisa,” mereka menggantinya dengan, “Aku belajar sesuatu dari ini.”

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai self-compassion—kemampuan memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, bukan kritik berlebihan. Orang yang memiliki self-compassion cenderung:

Lebih stabil emosinya
Lebih sabar terhadap orang lain
Tidak mudah tersulut konflik


2. Menerima Diri Apa Adanya

Seiring waktu, mereka berhenti mengejar standar yang tidak realistis. Mereka menerima kekuatan sekaligus kelemahan diri.

Penerimaan diri ini menciptakan ketenangan batin. Ketika seseorang tidak lagi sibuk menolak dirinya sendiri, ia punya lebih banyak energi untuk:

Mendengarkan orang lain
Bersikap empati
Menjalin hubungan yang lebih hangat


3. Menetapkan Batasan yang Sehat

Menjadi ramah bukan berarti selalu mengiyakan semua hal. Justru orang yang benar-benar menghargai diri tahu kapan harus berkata “tidak”.

Dalam psikologi, ini disebut boundary setting. Orang yang memiliki batasan sehat:

Tidak mudah dimanfaatkan
Tidak menyimpan dendam
Lebih tulus saat membantu orang lain

Karena mereka tidak merasa terpaksa, kebaikan yang mereka berikan terasa lebih autentik.

4. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Di usia yang lebih matang, banyak orang mulai sadar bahwa hidup bukan perlombaan.

Kebiasaan membandingkan diri seringkali menimbulkan:

Rasa iri
Rendah diri
Ketegangan sosial

Sebaliknya, ketika seseorang fokus pada perjalanan dirinya sendiri, ia menjadi:

Lebih damai
Lebih menghargai keberhasilan orang lain
Lebih mudah bersikap ramah tanpa rasa terancam
5. Menghargai Waktu dan Energi Sendiri

Orang yang menghargai diri memahami bahwa waktu dan energi adalah sumber daya yang terbatas.

Mereka mulai:

Memilih lingkungan yang sehat
Menghindari drama yang tidak perlu
Mengutamakan hal-hal yang bermakna

Hasilnya, mereka tidak mudah lelah secara emosional, sehingga bisa hadir dengan sikap yang lebih hangat dan penuh perhatian kepada orang lain.

6. Belajar Melepaskan Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Salah satu tanda kedewasaan emosional adalah kemampuan untuk melepaskan.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan locus of control—memahami mana yang bisa dikendalikan dan mana yang tidak.

Orang yang mempraktikkan ini:

Tidak mudah stres berlebihan
Tidak menyalahkan orang lain terus-menerus
Lebih santai dalam menghadapi konflik

Ketika beban mental berkurang, sikap ramah muncul secara alami.

7. Mensyukuri Hal-Hal Kecil dalam Hidup

Rasa syukur adalah fondasi penting dalam kesejahteraan psikologis.

Orang yang terbiasa bersyukur:

Lebih positif
Lebih mudah tersenyum
Lebih menghargai orang lain

Mereka tidak menunggu hal besar untuk merasa bahagia. Bahkan momen sederhana pun cukup untuk membuat mereka merasa penuh.

Penutup

Menjadi lebih ramah seiring bertambahnya usia bukan sekadar soal pengalaman hidup, tetapi tentang bagaimana seseorang memperlakukan dirinya sendiri.

Ketika seseorang:

Berdamai dengan diri
Menghargai batasannya
Menerima ketidaksempurnaan

Ia tidak lagi hidup dalam tekanan internal yang berat. Dari situlah muncul ketenangan, empati, dan kehangatan yang terasa alami.

Pada akhirnya, orang yang benar-benar ramah bukanlah mereka yang selalu terlihat baik di luar, tetapi mereka yang sudah belajar menjadi baik kepada dirinya sendiri terlebih dahulu.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore