
seseorang yang semakin ramah seiring bertambahnya usia. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengalami perubahan yang cukup menarik dalam cara mereka memandang hidup. Jika dulu mudah tersinggung, reaktif, atau keras pada diri sendiri, kini mereka justru menjadi lebih tenang, ramah, dan penuh pengertian—baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.
Perubahan ini bukan terjadi begitu saja. Dalam perspektif psikologi, salah satu faktor utama yang membuat seseorang menjadi lebih hangat dan ramah adalah kemampuan untuk menghargai diri sendiri secara sehat. Ketika seseorang berdamai dengan dirinya, ia tidak lagi merasa perlu membuktikan sesuatu atau bereaksi berlebihan terhadap dunia luar.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 kebiasaan menghargai diri sendiri yang sering dipraktikkan oleh orang-orang yang semakin ramah seiring bertambahnya usia.
1. Tidak Lagi Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Salah satu perubahan terbesar adalah cara berbicara kepada diri sendiri. Orang yang lebih dewasa secara emosional memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari hidup.
Alih-alih berkata, “Aku gagal lagi, aku memang tidak bisa,” mereka menggantinya dengan, “Aku belajar sesuatu dari ini.”
Dalam psikologi, ini dikenal sebagai self-compassion—kemampuan memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, bukan kritik berlebihan. Orang yang memiliki self-compassion cenderung:
Lebih stabil emosinya
Lebih sabar terhadap orang lain
Tidak mudah tersulut konflik
2. Menerima Diri Apa Adanya
Seiring waktu, mereka berhenti mengejar standar yang tidak realistis. Mereka menerima kekuatan sekaligus kelemahan diri.
Penerimaan diri ini menciptakan ketenangan batin. Ketika seseorang tidak lagi sibuk menolak dirinya sendiri, ia punya lebih banyak energi untuk:
Mendengarkan orang lain
Bersikap empati
Menjalin hubungan yang lebih hangat
3. Menetapkan Batasan yang Sehat
Menjadi ramah bukan berarti selalu mengiyakan semua hal. Justru orang yang benar-benar menghargai diri tahu kapan harus berkata “tidak”.
Dalam psikologi, ini disebut boundary setting. Orang yang memiliki batasan sehat:
Tidak mudah dimanfaatkan
Tidak menyimpan dendam
Lebih tulus saat membantu orang lain
Karena mereka tidak merasa terpaksa, kebaikan yang mereka berikan terasa lebih autentik.
4. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Di usia yang lebih matang, banyak orang mulai sadar bahwa hidup bukan perlombaan.
Kebiasaan membandingkan diri seringkali menimbulkan:
Rasa iri
Rendah diri
Ketegangan sosial
Sebaliknya, ketika seseorang fokus pada perjalanan dirinya sendiri, ia menjadi:
Lebih damai
Lebih menghargai keberhasilan orang lain
Lebih mudah bersikap ramah tanpa rasa terancam
5. Menghargai Waktu dan Energi Sendiri
Orang yang menghargai diri memahami bahwa waktu dan energi adalah sumber daya yang terbatas.
Mereka mulai:
Memilih lingkungan yang sehat
Menghindari drama yang tidak perlu
Mengutamakan hal-hal yang bermakna
Hasilnya, mereka tidak mudah lelah secara emosional, sehingga bisa hadir dengan sikap yang lebih hangat dan penuh perhatian kepada orang lain.
6. Belajar Melepaskan Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan
Salah satu tanda kedewasaan emosional adalah kemampuan untuk melepaskan.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan locus of control—memahami mana yang bisa dikendalikan dan mana yang tidak.
Orang yang mempraktikkan ini:
Tidak mudah stres berlebihan
Tidak menyalahkan orang lain terus-menerus
Lebih santai dalam menghadapi konflik
Ketika beban mental berkurang, sikap ramah muncul secara alami.
7. Mensyukuri Hal-Hal Kecil dalam Hidup
Rasa syukur adalah fondasi penting dalam kesejahteraan psikologis.
Orang yang terbiasa bersyukur:
Lebih positif
Lebih mudah tersenyum
Lebih menghargai orang lain
Mereka tidak menunggu hal besar untuk merasa bahagia. Bahkan momen sederhana pun cukup untuk membuat mereka merasa penuh.
Penutup
Menjadi lebih ramah seiring bertambahnya usia bukan sekadar soal pengalaman hidup, tetapi tentang bagaimana seseorang memperlakukan dirinya sendiri.
Ketika seseorang:
Berdamai dengan diri
Menghargai batasannya
Menerima ketidaksempurnaan
Ia tidak lagi hidup dalam tekanan internal yang berat. Dari situlah muncul ketenangan, empati, dan kehangatan yang terasa alami.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
