Sebuah Refleksi Batin tentang Harga Diri, Kasih, dan Hubungan Jangka Panjang (Olga VELES | Shutterstock)
JawaPos.com - Setiap orang mendambakan cinta yang utuh. Bukan sekadar hubungan sementara, melainkan ikatan yang aman, hangat, dan mampu bertahan melewati berbagai fase kehidupan.
Namun di balik pencarian akan pasangan ideal, ada satu fondasi yang sering diabaikan: hubungan dengan diri sendiri. Tanpa kesadaran akan nilai diri, cinta justru berubah menjadi pencarian tanpa ujung.
Menurut YourTango.com, dalam ulasan psikologi relasi yang ditulis Gigi Engle, banyak orang mengalami kesulitan menemukan cinta sejati bukan karena kurang menarik atau kurang beruntung, melainkan karena mereka belum sepenuhnya menghargai diri sendiri.
Ada tiga pola utama yang secara tidak sadar menjauhkan seseorang dari hubungan jangka panjang yang sehat.
1. Tidak Menjadi Pribadi yang Mereka Banggakan untuk Dicintai
Cinta sejati tidak tumbuh dari kekacauan batin yang terus dipelihara. Seseorang yang jauh di dalam dirinya merasa belum siap secara emosional, mental, atau arah hidup, sering kali berharap pasangan akan datang dan “memperbaiki” segalanya.
Padahal, hubungan yang sehat lahir dari dua individu yang sama-sama berdiri utuh. Ketika seseorang tidak bangga dengan dirinya sendiri — tidak menjaga kesehatannya, tidak memiliki arah, atau tidak menghormati kehidupannya sendiri — maka ia pun akan sulit menarik pasangan yang setara.
Bukan karena ia tidak layak dicintai, tetapi karena cinta membutuhkan kesiapan dari kedua sisi.
2. Tidak Memperlakukan Diri Sendiri dengan Penerimaan dan Empati
Menghargai diri sendiri bukan berarti merasa sempurna, melainkan mampu menerima kekurangan tanpa menghakimi.
Banyak orang terlalu keras pada dirinya sendiri, terus-menerus merasa tidak cukup, dan membawa pola itu ke dalam hubungan.
Tanpa empati pada diri sendiri, seseorang cenderung menuntut validasi berlebihan dari pasangan atau justru memproyeksikan luka batinnya.
Cinta yang sehat hanya bisa tumbuh ketika seseorang mampu memeluk dirinya sendiri dengan welas asih, memahami bahwa menjadi manusia berarti memiliki kelemahan yang layak diterima, bukan disangkal.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
