
Frasa orang dewasa yang punya trauma masa kecil menurut Psikologi. (Freepik/ freepik)
JawaPos.com – Trauma masa kecil kerap terbawa hingga dewasa tanpa disadari, dan hal ini bisa tercermin dari cara seseorang berbicara maupun frasa yang mereka gunakan dalam keseharian.
Dalam psikologi, orang yang memiliki luka emosional dari masa lalu sering kali menunjukkan pola komunikasi tertentu yang berkaitan dengan rasa takut, ketidakpercayaan, atau kebutuhan akan pengakuan dari orang lain. Ungkapan-ungkapan tersebut tampak biasa, namun dapat mencerminkan pengalaman dan pola pikir yang terbentuk sejak masa kecil.
Mengutip geediting.com pada Senin (29/6), terdapat tujuh frasa yang menurut psikologi sering digunakan oleh orang dewasa yang memiliki trauma masa kecil, meskipun mereka tidak menyadarinya.
1. “baik-baik saja” sebagai topeng
Kata-kata “saya baik-baik saja” telah menjadi mantra yang sering diucapkan oleh orang dewasa dengan trauma masa kecil, meskipun kenyataannya jauh berbeda dari apa yang mereka rasakan.
Frasa sederhana ini sebenarnya menjadi perisai yang melindungi mereka dari pertanyaan lebih lanjut tentang kondisi emosional mereka yang sebenarnya. Mereka telah mengembangkan kemampuan luar biasa untuk menyembunyikan perasaan mereka sejak usia dini, hingga menjadi ahli dalam menampilkan eksterior yang tenang dan terkendali.
Respons “baik-baik saja” ini bukan sekadar jawaban standar, melainkan mekanisme pertahanan yang telah terpatri untuk menghindari mengungkapkan gejolak emosi yang sebenarnya bergejolak di bawah permukaan.
2. Penolakan bantuan sebagai bentuk pertahanan
Orang-orang dengan trauma masa kecil sering menggunakan frasa “saya tidak butuh bantuan” sebagai respons otomatis terhadap tawaran bantuan dari orang lain. Hal ini berakar dari pengalaman masa kecil di mana mereka harus belajar untuk mandiri dan hanya mengandalkan diri sendiri.
Penolakan ini bukanlah karena mereka benar-benar tidak membutuhkan bantuan, tetapi lebih kepada mekanisme pertahanan yang tertanam dalam diri mereka. Perilaku ini muncul sebagai cara untuk mempertahankan kontrol dan melindungi diri dari kemungkinan kekecewaan atau luka batin yang lebih dalam.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
