seseorang yang kehilangan rasa percaya diri di masa pensiun (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Pensiun sering digambarkan sebagai masa kebebasan: tidak ada alarm pagi, tidak ada rapat, dan lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Namun secara psikologis, tahun pertama pensiun sering menjadi masa penyesuaian emosional yang sangat besar. Banyak orang tidak menyadari bahwa perubahan ini juga memengaruhi rasa percaya diri.
Dalam bidang Psikologi, masa transisi pensiun dianggap sebagai perubahan identitas yang cukup besar. Selama bertahun-tahun seseorang membangun harga diri melalui pekerjaan, pencapaian, status sosial, dan rutinitas. Ketika semua itu tiba-tiba berubah, kepercayaan diri juga ikut mengalami penyesuaian.
Dilansir dari Geediting, terdapat delapan hal yang sering terjadi pada rasa percaya diri seseorang di tahun pertama pensiun, yang jarang dibicarakan sebelumnya.
1. Anda Merasa Kehilangan Identitas
Bagi banyak orang, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Pekerjaan adalah identitas. Ketika seseorang bertemu orang baru, salah satu pertanyaan pertama biasanya adalah: “Anda bekerja sebagai apa?”
Setelah pensiun, jawaban itu berubah. Secara psikologis, ini bisa menimbulkan perasaan kehilangan arah. Orang yang dulu dikenal sebagai manajer, guru, dokter, atau teknisi tiba-tiba tidak lagi memiliki label tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Perubahan identitas ini bisa membuat seseorang merasa kurang penting atau kurang relevan, yang secara tidak langsung memengaruhi rasa percaya diri.
2. Rasa Dihargai Tidak Datang Sesering Dulu
Di dunia kerja, kita terbiasa menerima berbagai bentuk pengakuan:
pujian dari atasan
hasil kerja yang terlihat
promosi atau penghargaan
Semua itu memberi sinyal bahwa kita bernilai dan dibutuhkan.
Setelah pensiun, sumber pengakuan tersebut berkurang drastis. Tanpa sadar, seseorang bisa merasa bahwa kontribusinya tidak lagi terlihat. Hal ini dapat menimbulkan keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.
3. Rutinitas yang Hilang Bisa Mengganggu Kepercayaan Diri
Selama puluhan tahun, hidup diatur oleh jadwal yang jelas: jam kerja, tugas harian, target, dan deadline.
Saat pensiun, struktur itu hilang. Awalnya terasa menyenangkan, tetapi lama-kelamaan sebagian orang merasa tidak produktif. Perasaan ini bisa membuat seseorang mempertanyakan dirinya sendiri:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022