
Ilustrasi cara sehat memasak bayam oleh ibu rumah tangga di rumah.
JawaPos.com - Sayur bayam paling enak dimakan dengan cara dimasak rebusan atau tumisan. Namun ternyata, menyantap bayam mentah-mentah jauh lebih sehat.
Sebab, memasak sayuran berdaun memecah antioksidannya. Maka jika tak suka, bisa mencampurkannya dengan olahan smoothie. Campurkan bayam dengan yoghurt atau susu rendah lemak agar membantu melepaskan nutrisi lutein yang kuat.
Merebus atau menggoreng bayam justru cara ampuh menghancurkan lutein. Padahal Lutein membantu menurunkan risiko serangan jantung dan mencegah kerusakan mata.
Dilansir dari Daily Mail, Rabu (26/12), peneliti dari Linköping University di Swedia menguji berbagai cara memasak bayam yang dibeli di supermarket untuk melihat bagaimana kandungan nutrisinya berubah. Mereka mengukur kadar lutein secara teratur dan menyimpulkan bahwa daunnya paling baik dicincang dan dikonsumsi mentah bersama susu.
"Yang terbaik adalah tidak memanaskan bayam sama sekali," kata peneliti dan penulis Rosanna Chung.
Dan yang lebih baik lagi adalah membuat smoothie dan menambahkan lemak dari produk susu, seperti krim, susu, atau yoghurt. Dia menjelaskan ketika bayam dipotong-potong kecil, lebih banyak lutein dilepaskan dari daun dan lemak meningkatkan kelarutan lutein dalam cairan.
Semakin banyak lutein larut dalam smoothie, semakin banyak yang dapat diserap oleh tubuh. Padahal memasak bayam dalam waktu lama dengan panas tinggi justru merusak sayuran hijau.
Maka lebih baik saat mengolah bayam, merebusnya dengan api kecil. Penulis dan peneliti, Profesor Lena Jonasson, mengatakan yang unik dari penelitian ini adalah bahwa mereka melihat para ibu rumah tangga saat memasak makanan di rumah.
"Dan kami telah membandingkan beberapa suhu dan waktu pemanasan. Kami juga telah menyelidiki metode persiapan di mana bayam dimakan dingin, seperti dalam salad dan smoothie," jelasnya.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry. Lutein telah terbukti membantu mengurangi pembengkakan kronis pada pembuluh darah orang dengan penyakit arteri koroner, yang dapat menurunkan risiko serangan jantung.
Ini juga disebut sebagai 'vitamin mata' karena lutein dianggap melindungi terhadap kerusakan dari sinar matahari. Banyak juga yang menggunakan suplemen lutein dalam upaya untuk mengurangi risiko penyakit jantung, kanker usus besar atau payudara, dan diabetes tipe 2.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
