
ilustrasi Kebiasaan yang Tanpa Disadari Menandakan Keterampilan Sosial Seseorang Masih Lemah (Geediting)
JawaPos.Com - Dalam lingkungan kerja atau pergaulan sehari-hari, kita mungkin pernah bertemu seseorang yang terasa “kurang pas” saat berinteraksi. Bukan karena niat buruk, melainkan karena cara berkomunikasinya sering menimbulkan rasa tidak nyaman.
Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa perilaku tersebut juga bisa mereka lakukan. Keterampilan sosial bukanlah bakat bawaan semata, melainkan kemampuan yang terus berkembang seiring kesadaran diri dan pengalaman.
Dikutip dari laman Geediting, berikut delapan perilaku yang kerap ditunjukkan oleh orang dengan keterampilan sosial yang kurang baik, tanpa mereka sadari bagaimana kesannya di mata orang lain.
Berbicara panjang lebar tanpa memberi ruang bagi lawan bicara sering kali terjadi saat seseorang gugup atau terlalu antusias. Namun, percakapan yang sehat seharusnya bersifat dua arah. Ketika satu orang terus berbicara tanpa jeda, orang lain bisa merasa diabaikan dan kehilangan minat.
Niat membantu terkadang justru menjadi bumerang. Banyak orang sebenarnya hanya ingin didengarkan, bukan langsung diberi solusi. Memberikan saran tanpa diminta bisa membuat lawan bicara merasa tidak dipahami atau dianggap tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.
Saat setiap cerita orang lain selalu dibalas dengan pencapaian diri yang “lebih hebat”, hubungan sosial bisa terasa melelahkan. Sikap ini menciptakan jarak emosional karena lawan bicara merasa kisahnya tidak dihargai.
Menyela atau menyelesaikan kalimat orang lain bisa terlihat sepele, namun dampaknya cukup besar. Perilaku ini memberi kesan tidak sabar dan kurang menghargai pendapat orang lain, meskipun dilakukan tanpa niat buruk.
Isyarat nonverbal seperti ekspresi wajah, nada suara, atau gestur tubuh sering kali berbicara lebih keras daripada kata-kata. Ketidakmampuan membaca suasana membuat seseorang terus berbicara meski lawan bicara terlihat lelah, bosan, atau ingin mengakhiri percakapan.
Membuka cerita pribadi secara mendalam pada pertemuan awal bisa membuat orang lain merasa canggung. Hubungan sosial membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan, dan kedalaman cerita sebaiknya sejalan dengan kedekatan hubungan.
Percakapan terasa hambar ketika hanya satu pihak yang bertanya dan menunjukkan ketertarikan. Kurangnya rasa ingin tahu memberi kesan egois dan membuat lawan bicara merasa tidak penting.
Menolak atau meremehkan pujian sering dianggap sebagai bentuk kerendahan hati, padahal justru bisa menciptakan suasana canggung. Menerima pujian dengan sederhana dan tulus adalah bagian penting dari komunikasi sosial yang sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022