
Menonton tv secara pasif adalah salah satu kebiasaan hiburan yang dihindari oleh orang yang masih tajam pikirannya di usia 75 tahun (freepik)
JawaPos.com – Menjaga ketajaman mental setelah usia 75 tahun bukan hanya sekadar gaya hidup harian, akan tetapi juga termasuk pilihan.
Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola hiburan yang pasif, isolasi sosial, kurangnya tantangan belajar memiliki kaitan erat dengan penurunan kognitif dan perubahan struktur otak.
Berikut 6 kebiasaan hiburan umum yang sebaiknya dihindari oleh lansia yang ingin menjaga fungsi kognitifnya sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (12/12).
Baca Juga: Hari yang Ditunggu Tiba! 3 Zodiak Ini Siap Merasakan Kemudahan Luar Biasa Mulai 12 Desember 2025
1. Terlalu banyak menonton televisi secara pasif
Menonton TV lebih dari 3.5 jam setiap hari akan berdampak buruk pada fungsi kognitif terlebih jika dilakukan secara pasif. Pasif disini artinya tanpa interaksi atau stimulasi mental.
Parahnya dampak yang ditimbulkan ini akan tetap ada bahkan jika Anda berolahraga secara teratur, tetap berpendidikan dan menjaga kesehatan yang baik.
Masalahnya bukan pada televisi itu sendiri namun pada sifat pasif dari menonton dalam waktu lama. Orang yang menjaga ketajaman mental membatasi waktu menonton TV dan menyeimbangkan tontonan tersebut dengan aktivitas yang lebih menarik.
2. Menghindari semua aktivitas yang menantang secara mental
Orang yang dewasa yang secara konsisten terlibat dalam aktivitas yang merangsang kognitif seperti membaca, bermain teka-teki, mempelajari keterampilan baru atau bermain game memiliki strategi meningkatkan daya ingat daripada mereka yang tidak melakukannya.
Sebuah Riset terbaru yang dilakukan 2024-2025 bahkan mengindikasikan bahwa variasi dan frekuensi belajar keterampilan baru berkaitan dengan keuntungan kognitif jangka panjang.
Oleh sebab itu, rutinitas hiburan yang hanya bersifat mengulang tanpa unsur pembelajaran sebaiknya diganti dengan kegiatan yang menantang otak secara berkala.
3. Isolasi sosial total selama waktu luang
Menurut para peneliti kesehatan kognitif, tidak ada yang lebih merangsang kognitif selain berinteraksi dengan orang lain. Namun banyak orang cenderung memilih kebiasaan hiburan yang menyendiri yang sepenuhnya menghilangkan interaksi sosial.
Pasalnya saat berinteraksi dengan orang lain maka Anda memproses bahasa, membaca isyarat sosial, menanggapi komentar yang tak terduga, mengelola perbedaan pendapat. Hal inilah yang bisa memperkuat daya ingat otak kita.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
