Kamu perlu tahu cara agar badan berisi, supaya berat badan ideal dan sehat. (Freepik/Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang sudah merasa makan “benar” dan berolahraga rutin, namun angka di timbangan seolah membeku.
Sains menunjukkan bahwa tubuh bekerja jauh lebih kompleks daripada sekadar defisit kalori.
Berdasarkan sumber YourTango.com, dalam artikel berjudul “Jika Anda Sudah Berusaha Keras dan Timbangan Tetap Tidak Berubah, Sains Punya 5 Penjelasan” karya Yuri Elkaim, stagnasi penurunan berat badan bukan selalu tanda kegagalan atau kurangnya disiplin.
Penurunan berat badan dipengaruhi oleh hormon, stres, kualitas tidur, dan kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele.
Ketika faktor-faktor ini tidak seimbang, tubuh justru bertahan, menyimpan lemak, dan menolak berubah meski usaha sudah maksimal. Berikut lima penjelasan ilmiah mengapa hal ini bisa terjadi.
1. Tubuh Anda berada dalam kondisi stres kronis
Saat stres berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi.
Kortisol memang membantu bertahan hidup, tetapi juga meningkatkan nafsu makan dan mendorong tubuh menyimpan lemak, terutama lemak visceral di sekitar organ vital.
Inilah jenis lemak yang paling sulit dibakar dan berisiko bagi kesehatan metabolik.
Tanpa disadari, stres emosional dan mental bisa menggagalkan seluruh usaha diet yang terlihat “sempurna” di atas kertas.
2. Ada alergi atau intoleransi makanan yang tersembunyi
Sensitivitas terhadap gluten, produk susu, atau makanan inflamasi lainnya dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh.
Ketika usus mengalami gangguan, racun dan partikel makanan yang tidak tercerna dapat masuk ke aliran darah dan memicu respons imun.
Kondisi ini membuat tubuh sibuk “bertahan” alih-alih membakar lemak. Banyak orang baru menyadari perubahan drastis setelah menghilangkan pemicu makanan tertentu dari pola makannya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
