Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2025, 15.19 WIB

Awas! 3 Hal Ini Diam-diam Memicu Burnout, Hentikan Sebelum Terlambat

Bertahan dari budaya burnout ancam kesehatan mental - Image

Bertahan dari budaya burnout ancam kesehatan mental

JawaPos.com – Zaman sekarang, banyak orang merasa terpaksa hidup dalam budaya kerja nonstop, sering lembur, membawa pekerjaan ke rumah, dan selalu siap sedia bahkan di luar jam kerja, sementara tetap menjaga keseimbangan kerja dengan pola hidup penting.

Sayangnya, kebiasaan ini sering berujung pada kelelahan fisik, stres emosional, dan kelelahan mental kronis, atau yang dikenal sebagai burnout.

Reaksi seperti ini wajar, karena otak manusia memang dirancang untuk waspada ketika menghadapi ancaman atau ketidakpastian.

Namun, ada juga individu yang mampu tetap hadir, lebih tenang, dan konsisten dalam melewati masa-masa sulit.

Mereka tidak kebal terhadap stres, tetapi memiliki kebiasaan tertentu yang membuat mereka mampu mengontrol emosi tanpa tenggelam dalam kecemasan.

Melansir dari laman Yourtango pada Rabu (26/11), menyebutkan tiga hal yang harus dihentikan agar dapat bertahan dari budaya burnout saat ini.

Penelitian psikolog dalam National Library of Medicine, menemukan bahwa individu yang terbiasa melatih mindfulness memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik.

Mindfulness membantu otak tetap berada di saat ini, bukan terjebak memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan hal yang belum terjadi. Hal ini membuat seseorang lebih stabil ketika menghadapi masalah.

Berikut tiga kebiasaan yang bisa kamu pelajari agar tetap hadir dan kuat secara emosional, meskipun tantangan datang menghampiri.

  1. Menjadi pejuang kerja

Banyak orang bangga jika bisa bekerja melewati batas jam kerja normal, mengecek email malam hari, membawa laptop ke rumah, atau terus bekerja di akhir pekan demi tuntutan karier.

Work warrior adalah orang yang terlalu bangga menunjukkan dedikasi dengan terus bekerja.

Bekerja berlebihan tanpa batas nyata adalah faktor utama penyebab burnout, lingkungan kerja dengan tuntutan tinggi, tanpa dukungan sosial atau waktu pemulihan, meningkatkan risiko stres, kelelahan emosional, dan penurunan produktivitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore