ilustrasi orang yang stres berlebihan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Hati atau liver berfungsi untuk menyaring racun, mencerna makanan, dan mengatur metabolisme.
Organ hati juga bekerja keras untuk menjaga kesehatan, namun kebiasaan tertentu dapat melemahkan fungsinya seiring waktu.
Kebiasaan-kebiasaan ini menambah beban pada hati Anda, menyebabkan jaringan parut pada hati, dan akhirnya merusak organ tersebut.
Dilansir ndtv, berikut enam kebiasaan yang sering diabaikan yang mungkin merusak hati tanpa Anda sadari.
Konsumsi gula berlebih, terutama melalui soda, camilan kemasan, dan karbohidrat olahan dapat menambah beban ekstra pada hati untuk memetabolisme fruktosa berlebih menjadi lemak.
Demikian pula, makanan ultra-olahan yang mengandung banyak zat aditif, pengawet, dan lemak tidak sehat membebani kemampuan detoksifikasi hati.
Menghabiskan banyak waktu duduk, baik di meja kerja maupun di depan layar, memperlambat metabolisme dan berkontribusi pada penumpukan lemak di hati.
Aktivitas fisik yang teratur bantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko perlemakan hati sehingga aktivitas fisik harian menjadi lebih protektif.
Konsumsi obat-obatan umum yang sering, seperti parasetamol, beberapa antibiotik, dan ramuan herbal pada akhirnya akan menambah beban pada hati.
Dalam dosis besar atau tanpa anjuran dokter, obat-obatan tersebut dapat menyebabkan peradangan atau bahkan toksisitas hati.
Hal ini pada akhirnya menyebabkan jaringan parut dan kerusakan hati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022