Self diagnosis bisa memperkuat rasa takut
JawaPos.com – Di era digital saat ini, sangat mudah untuk mendiagnosis diri sendiri (self diagnosis) lewat pencarian internet dengan kata lain internet kerap menjadi dokter instan yang memberi diagnosis online.
Mulai dari rasa gampang lelah, susah tidur, hingga gejala emosional yang muncul tiba-tiba. Kebiasaan ini bisa lebih membahayakan ketimbang membantu.
Cukup ketik gejala di mesin pencari, dan dalam hitungan detik muncul kemungkinan diagnosis dari gangguan kecemasan hingga penyakit tertentu.
Baca Juga: Jangan Asal Klik, TikTok Gencarkan Edukasi Bangun Kebiasaan Digital yang Aman di Era Serba Digital
Penelitian dalam BMC Medical Informatics and Decision Making, menunjukkan bahwa self diagnosis online dapat mengganggu hubungan pasien dan profesional, menimbulkan harapan yang tidak realistis, serta memperumit proses pemeriksaan yang sebenarnya.
Mengapa kita tergoda melakukan self diagnosis?
Alasan utama adalah kemudahan akses, internet selalu ada, banyak artikel atau daftar gejala, dan kita ingin segera tahu apa yang salah dengan saya.
Namun, penting dipahami bahwa diagnosis yang akurat membutuhkan lebih dari sekadar mencocokkan gejala.
Banyak faktor tersembunyi mulai dari riwayat kesehatan, konteks emosional, bahkan kondisi medis lain yang hanya dapat dievaluasi oleh profesional.
Melansir dari laman yourtango pada Jumat (07/11), self diagnosis daring bisa memperkuat bias kognitif seperti confirmation bias, yakni saat kita hanya mencari informasi yang sesuai dengan asumsi diri, dan mengabaikan data yang berbeda.
Penting untuk mencari bantuan dari profesional berlisensi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang efektif.
Berikut bahaya dari mendiagnosis sendiri secara online (self diagnosis);

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
