
Ilustrasi dua orang yang sedang berjabat tangan dengan senyum tulus, menunjukkan bahasa tubuh yang terbuka dan penuh percaya diri saat bertemu. (Freepik)
JawaPos.com - Menciptakan kesan pertama yang baik bukanlah sekadar keberuntungan belaka atau bakat alami semata. Hal ini seringkali didasarkan pada seperangkat aturan perilaku sosial yang tidak terucapkan.
Orang-orang dari kalangan kelas menengah atas hampir selalu menguasai kode-kode ini secara naluriah.
Melansir dari Geediting.com Jumat (31/10), aturan ini meliputi cara berinteraksi, bahasa tubuh, hingga etika berpakaian yang halus.
Penguasaan aturan ini memungkinkan mereka menavigasi situasi sosial dengan sangat mudah dan percaya diri.
Memahami delapan aturan tak terucapkan ini bisa sangat membantu bagi siapa saja. Hal ini terutama berlaku untuk mereka yang ingin meningkatkan keterampilan sosial dan profesionalnya di masyarakat.
1. Menguasai Bahasa Tubuh Terbuka
Mereka selalu memastikan bahasa tubuhnya menunjukkan keterbukaan, bukan sikap defensif atau tertutup. Berdiri tegak dengan bahu rileks dan mata yang kontak secara teratur adalah tanda percaya diri. Ini mengirimkan pesan non-verbal bahwa mereka mudah didekati dan mau mendengarkan orang lain.
2. Melakukan Kontak Mata yang Tepat
Kontak mata yang baik berarti menatap mata lawan bicara, tanpa memelototi atau mengalihkan pandangan secara berlebihan. Mereka mempertahankan kontak mata yang cukup untuk menunjukkan perhatian dan rasa hormat. Hal ini menandakan kejujuran dan ketulusan dalam percakapan.
3. Berpakaian Bersih dan Rapi
Aturan ini lebih fokus pada kebersihan dan kerapian, bukan merek atau harga mahal yang dikenakan. Pakaian yang bersih, disetrika dengan baik, dan sesuai situasi menunjukkan perhatian pada detail. Penampilan yang terawat mencerminkan rasa hormat pada diri sendiri dan orang yang ditemui.
4. Selalu Mengingat dan Menyebut Nama
Satu di antara keterampilan sosial yang berharga, mereka selalu berusaha mengingat nama orang yang baru saja diperkenalkan. Menggunakan nama seseorang saat berbicara membuat orang tersebut merasa diakui dan penting. Ini menciptakan ikatan pribadi yang lebih kuat dalam sekejap.
5. Bertanya dengan Jawaban Terbuka
Daripada mengajukan pertanyaan yang hanya butuh jawaban "ya" atau "tidak", mereka memilih pertanyaan yang lebih dalam. Pertanyaan terbuka mendorong lawan bicara untuk berbagi lebih banyak cerita tentang dirinya. Hal ini membuat percakapan terasa lebih bermakna dan mengalir alami.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022