Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Oktober 2025 | 14.05 WIB

Mengukur Kecerdasan Emosional Anda, Inilah 12 Ungkapan yang Tidak Pernah Diucapkan Oleh Orang Cerdas Emosional

Dua orang sedang berdiskusi di lingkungan kantor, menekankan pentingnya komunikasi dengan kecerdasan emosional. (Freepik) - Image

Dua orang sedang berdiskusi di lingkungan kantor, menekankan pentingnya komunikasi dengan kecerdasan emosional. (Freepik)

JawaPos.com - Komunikasi yang cerdas secara emosional adalah keterampilan penting yang mampu menciptakan ruang aman dan membangun kepercayaan di antara dua orang.

Berkomunikasi tidak hanya soal menyampaikan apa yang ada di pikiran, namun juga bagaimana perkataan kita diterima dan mempengaruhi orang lain.

Melansir dari Global English Editing, kecerdasan emosional yang tinggi tampak jelas dari pilihan kata seseorang, terutama ketika mereka berada di bawah tekanan dan sedang menghadapi konflik yang menyulitkan.

Orang-orang dengan Kecerdasan Emosional (EQ) yang langka cenderung menghindari pernyataan yang meremehkan, mengontrol, atau memicu amarah orang lain saat berinteraksi.

Mereka tahu betul bahwa beberapa frasa yang umum diucapkan justru dapat menghancurkan hubungan baik dan menutup peluang untuk tumbuh bersama.

Dengan mengganti kalimat yang merusak dengan bahasa yang lebih spesifik dan berempati, mereka mampu mengatasi ketegangan dan mencapai solusi yang konstruktif.

Berikut adalah 12 ungkapan yang dihindari oleh mereka yang memiliki EQ tinggi, serta saran pengganti yang lebih baik.

1. "Tenanglah" atau "Tenangkan Dirimu"

Frasa ini justru seperti bensin yang disiramkan ke kobaran api kecil, sebab ini memberi tahu orang lain bahwa emosi mereka adalah masalah yang harus segera diselesaikan. Orang yang sedang emosi membutuhkan pengakuan atas perasaannya, bukan sebuah perintah yang meremehkan apa yang sedang mereka alami. Lebih baik akui emosi yang terlihat dan tawarkan pilihan, seperti, “Aku bisa lihat ini membuat frustrasi. Mau jeda sebentar atau lanjut?”

2. "Kamu Terlalu Berlebihan"

Ungkapan ini secara tersirat menyatakan bahwa skala emosi Anda satu di antara skala emosi yang benar untuk dijadikan standar orang lain. Orang yang cerdas emosional tidak akan menghakimi perasaan orang lain, melainkan berusaha mengajukan pertanyaan untuk memahami realitas mereka. Ganti frasa ini dengan pertanyaan yang memicu penyelidikan, seperti “Tolong bantu aku mengerti, apa yang kamu rasakan dari situasi ini?”

3. "Memang Aku Orangnya Begitu"

Kalimat ini seringkali digunakan sebagai perisai untuk menghindari pertumbuhan pribadi dan perubahan perilaku buruk yang merugikan. Kecerdasan emosional mengakui bahwa setiap orang adalah proses yang sedang berkembang dan dapat mengubah pola lama. Cobalah berkata, “Ini kebiasaanku, tapi aku bersedia untuk memperbaikinya,” karena ini menunjukkan tanggung jawab sambil tetap menjaga harga diri.

4. "Kamu Selalu / Kamu Tidak Pernah"

Kata-kata absolut semacam ini jarang sekali akurat dan pasti memicu peradangan dalam konflik, sebab ini membatasi nuansa dalam situasi yang terjadi. Alih-alih melontarkan tuduhan global yang tidak adil, sampaikanlah pengamatan yang lebih spesifik dengan menyertakan keterangan waktu. Contoh yang lebih baik adalah: “Kemarin aku merasa diabaikan ketika kamu melihat ponsel saat kita sedang berbicara.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore