Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Oktober 2025 | 03.29 WIB

Dari Segelas Teh yang Dikonsumi Mempunyai Dampak Besar bagi Petani dan Masa Depan Bumi

Ilustrasi secangkir teh (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Produk yang dikonsumsi seseorang atau masyarakat akan berdampak pada kondisi lingkungannya. Ada banyak jenis produk makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi dari bahan kopi, teh, cokelat, maupun kelapa sawit. 

Di sektor industri makanan dan minuman atau Food and Beverage (FnB) kini banyak sekali produk yang menggunakan bahan kopi, teh, cokelat, atau kelapa sawit. Namun, apa pun produk yang dikonsumsi mesti harus dipikirkan keberlanjutan dari produk itu sendiri atau hasil alam ini. Keberlanjutan itu tergantung dari gaya hidup dari masyarakatnya.  

Hal itu diungkapkan oleh Asri Saraswati Iskandar selaku pendiri Agradaya saat membuka Workshop Class dan Talk Show dengan tema “Konsumsi Sadar, Gaya Hidup Berkelanjutan”. Workshop itu berlangsung di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, pada Jumat (17/10). 

Dia mengatakan, perjalanan panjang suatu komoditas dari hulu ke hilir menjadi produk yang dikonsumsi tentu sangat berimplikasi pada keberlanjutan komoditas itu. "Konsumsi berkelanjutan bukan sekadar tren, tapi sebuah kesadaran. Dari segelas teh, kita bisa belajar bahwa setiap pilihan kecil yang kita buat punya dampak besar bagi petani, lingkungan, dan masa depan bumi,” ujar Asri. 

Adapun workshop “Konsumsi Sadar, Gaya Hidup Berkelanjutan” itu diinisiasi oleh ACT! Project, yaitu konsorsium yang terdiri dari Rainforest Alliance, Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), dan Cocoa Sustainability Partnership (CSP), dan didukung Uni Eropa melalui program SWITCH-Asia. 

ACT! Project memiliki fokus meningkatkan konsumsi produk berkelanjutan dengan menjangkau generasi muda lewat pendekatan kreatif dan interaktif. 

Asri Saraswati Iskandar mengatakan, tujuan dari membangun ACT! Project kesadaran anak muda agar lebih kritis dalam memilih produk, khususnya kopi, teh, cokelat, dan yang berasal dari kelapa sawit.  

Kesadaran itu untuk membangun pemahaman anak muda mengenai dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan akibat keputusan konsumsi mereka. Generasi muda didorong untuk mempraktikkan gaya konsumsi konsumsi berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

***

Sri Wahyuni selaku Pendiri Tea n Tales mengajak mahasiswa untuk meracik teh versi mereka. Sesi itu sekaligus belajar mengenali sertifikasi berkelanjutan Rainforest Alliance. Teh yang diracik merupakan produk Tea n Tales dan sudah bersertifikasi. Wahyuni menyatakan bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari hal sederhana. 

Lebih jauh dia menuturkan bahwa pentingnya sustainability, karena banyak sekali hal buruk yang akan terjadi jika lingkungan tidak dikelola dengan baik. Yaitu terjadi konversi lahan, erosi tanah, penggunaan pestisida, menghilangnya keanekaragaman hayati jika tidak dikelola dengan baik. Sehingga, berujung pada menurunnya kualitas tanah, sumber air yang tercemar, dan berkurangnya ketahanan ekonomi bagi petani.  

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore