
Ilustrasi perempuan melakukan diet sehat di masa menopause. (Freepik)
JawaPos.com - Memasuki masa menopause di usia 51-an, perempuan biasanya mengalami peningkatan berat badan secara alami karena menurunnya hormon estrogen.
Hal itu membuat banyak perempuan kerap terburu-buru melakukan diet ekstrem tanpa ilmu. Padahal, diet ekstrem justru bisa membahayakan tubuh.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi dr. Ida Gunawan, MS, Sp. G.K, Subsp. K.M., FINEM, menerangkan, menopause memang membawa perubahan besar pada tubuh perempuan.
Termasuk melambatnya metabolisme dan bergesernya distribusi lemak akibat penurunan kadar hormon estrogen.
Namun, itu tak berarti perempuan harus melakukan diet serampangan untuk menurunkan berat badan yang akhirnya selalu juga berakibat pada penurunan massa otot.
“Pembakaran lemak tetap dapat dilakukan dengan pendekatan yang tepat melalui kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik terukur, tidur cukup, dan pengelolaan stress,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (17/10).
Untuk mencapai fat loss yang sehat, dr. Ida memperkenalkan prinsip 3J: Jumlah, Jenis, dan Jadwal makan.
“Jumlah kalori sebaiknya dikurangi sekitar 500–750 kkal per hari untuk menciptakan defisit yang aman dan efektif. Jenis makanan mengikuti panduan gizi seimbang, dengan komposisi protein sekitar 15–25% dari total kalori, disesuaikan dengan kondisi tiap individu," tuturnya.
"Sedangkan jadwal makan dapat diatur fleksibel, misalnya bisa dengan porsi kecil namun sering, atau pola intermittent fasting jika memang cocok untuk dilakukan,” sambung dr. Ida.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan fat loss tidak hanya ditentukan oleh defisit kalori, tetapi juga oleh kualitas nutrisi yang dikonsumsi.
"Makanan seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, lemak sehat, serat, vitamin, mineral, dan cairan yang cukup akan membantu menjaga keseimbangan hormon dan mencegah kehilangan massa otot. Jangan lupa juga memperhatikan cara memasak," ucapnya.
dr. Ida menyarankan untuk mengurangi penggunaan minyak, gula, dan garam, serta menghindari makanan olahan atau makanan yang melalui ultra-proses.
Di sisi lain, sebuah studi konsensus terbaru yang melibatkan 39 pakar dari 14 negara dan wilayah di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Tiongkok, Jepang, India, dan Australia, merumuskan 85 praktik klinis mengenai tata laksana menopause.
Studi yang berlangsung antara November 2023 hingga Agustus 2024 ini menyoroti prinsip-prinsip penting bagi tenaga kesehatan dalam menangani perempuan menopause dan dalam penggunaan terapi hormon menopause (Menopausal Hormone Therapy/MHT).
Para ahli sepakat bahwa perubahan gaya hidup seperti olahraga teratur, pola makan seimbang, tidur cukup, serta menjaga koneksi sosial dan kesehatan mental menjadi langkah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan pada masa pre dan pascamenopause.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
