Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Oktober 2025 | 02.17 WIB

Transportasi Pribadi atau Kendaraan Umum/Online: Mana yang Lebih Irit untuk Kebutuhan Sehari-hari?​

Ilustrasi orang yang sedang naik kendaraan pribadi (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang naik kendaraan pribadi (Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan urban hari ini, kita sering dihadapkan pada pilihan antara menggunakan kendaraan pribadi atau mengandalkan layanan transportasi online maupun umum. Biaya, kenyamanan, dan fleksibilitas menjadi pertimbangan utama.

Menurut artikel dari LINE Bank, perbandingan antara kendaraan pribadi dan transportasi umum (termasuk layanan online) harus mempertimbangkan komponen seperti bahan bakar, parkir, pemeliharaan, dan ongkos operasional lainnya.

Sementara itu, blog dari Jago menjelaskan bahwa meskipun transportasi umum terlihat lebih murah di permukaan, di kondisi tertentu kendaraan pribadi bisa saja lebih murah jika jarak tempuh besar atau frekuensi bepergian tinggi, terutama jika dibandingkan ongkos taksi/ride-hailing yang sering dipengaruhi oleh jarak dan kemacetan.

Untuk memilih mana yang “lebih irit”, penting melihat situasi pribadi dan kota tempat tinggal. Dalam artikel ini, akan dibahas dua aspek utama yaitu biaya total (total cost) dan faktor kenyamanan & situasional, agar kamu bisa menentukan pilihan terbaik sesuai gaya hidupmu.

Biaya Total: Biaya Tersembunyi dari Kendaraan Pribadi vs Transportasi Online/Umum

1. Kendaraan Pribadi: beban tetap dan variabel

Memiliki mobil atau motor membawa biaya tetap seperti pajak, asuransi, depresiasi, dan perawatan rutin. Ditambah lagi biaya bahan bakar, parkir, dan toleransi waktu tersendat akibat kemacetan. Jika dihitung secara menyeluruh, beban tersebut bisa sangat besar dalam satu tahun.

2. Transportasi Online/Umum: bayar sesuai pemakaian

Dengan transportasi online atau umum, kamu hanya membayar saat menggunakan layanan. Tidak ada biaya perawatan, parkir, atau beban bekingan kendaraan. Namun, di beberapa jenis transportasi, tarif bisa melonjak saat jam sibuk, dan ongkos jarak jauh bisa menambah total biaya signifikan.

3. Persilangan penggunaan (“mixed mode”) bisa lebih optimal

Ada situasi di mana menggabungkan penggunaan kendaraan pribadi untuk jarak-jauh dan transportasi online/umum untuk rute perkotaan bisa menemukan sweet spot hemat. Misalnya, menggunakan kendaraan sendiri ke titik tertentu lalu lanjut dengan transportasi umum agar terhindar dari parkir mahal di pusat kota.

Kenyamanan, Fleksibilitas & Faktor Situasional

1. Kemacetan dan waktu tempuh

Kendaraan pribadi memungkinkan kamu berangkat kapan pun tanpa tergantung jadwal armada umum, tapi bisa terjebak macet. Sebaliknya, transportasi online bisa memanfaatkan jalur tertentu, namun tetap terjebak kemacetan sama.

2. Aksesibilitas dan area pelayanan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore